ADVERTISEMENT

PT Jakarta Sunat Vonis 3 Petinggi PT Adonara di Kasus Lahan Rumah DP Rp 0

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 14 Jul 2022 17:19 WIB
Tiga Petinggi PT Adonara Propertindo
Terdakwa kasus DP 0 rupiah
Jakarta -

Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta menyunat vonis tiga terdakwa kasus lahan DP Rp 0 sebesar Rp 152 miliar. Mereka adalah petinggi PT Adonara, yaitu Direktur PT Adonara Tommy Adrian, pemilik PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, dan Rudy Hartono Iskandar selaku Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur sekaligus beneficial owner PT Adonara Propertindo.

Di tingkat pertama, Tommy dihukum 7 tahun penjara dan Anja dihukum 6 tahun penjara. Sedangkan Rudy dihukum 7 tahun penjara. Oleh PT Jakarta, hukuman itu disunat.

"Menjatuhkan pidana kepada para Terdakwa oleh karena itu, yaitu Terdakwa Tommy Adrian dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun, Terdakwa II Anja Runtuwene dengan pidana penjara selama 5 (lima) tahun dan Terdakwa III Rudy Hartono Iskandar dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun," demikian bunyi putusan PT Jakarta yang dilansir website-nya, Kamis (14/7/2022).

Putusan itu diketok siang ini dengan ketua majelis Binsar Pamopo Pakpahan dengan anggota M Luthfi, Gunawan Gusmo, Margareta Yulie Bartin Setyaningsih, dan Hotma Maya Marbun.

"Pidana denda kepada para Terdakwa masing-masing sebesar Rp 500.000.000 (lima ratus juta rupiah), dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan masing-masing selama 6 (enam) bulan," ucap majelis hakim.

Alasan majelis menyunat adalah para terdakwa telah mengembalikan sebagian uang yang dikorupsinya.

"Bahwa meskipun dalam perkara a quo para Terdakwa dengan iktikad baik telah mengembalikan uang kerugian negara sehingga para Terdakwa tidak perlu lagi dihukum dan/atau di bebani membayar uang pengganti, maka sesuai rasa keadilan pidana yang dijatuhkan terhadap para Terdakwa patut diubah dan/atau diperbaiki," beber majelis.

Hakim Rampas Uang dan Aset

Selain itu, hakim merampas sejumlah uang dan aset yang dimiliki Rudy Hartono. Aset dan uang itu dirampas untuk negara:

- Menetapkan sejumlah uang yang telah dikembalikan oleh terdakwa Anja Runtuwene dan Rudi Hartono sebesar Rp Rp 35.033.663.000 pada rekening penampungan KPK dan aset;

A. Satu bidang tanah berikut SHM di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Provinsi Bali, seluas 5.150 meter persegi atas nama Rudi Hartono setelah dilakukan pelelangan senilai Rp 22 miliar dirampas untuk negara. Sedangkan sisa hasil penjualan tersebut agar dikembalikan kepada yang berhak

B. Satu bidang tanah berikut asli SHM di Desa Kuta, Badung, Bali, dengan luas 690 meter persegi atas nama Rudy Hartono Iskandar dan 1 bidang tanah berikut asli SHM di Desa Kuta, Bali, dengan luas 1.437 meter persegi atas nama Rudy Hartono dengan jumlah keseluruhan senilai Rp 7 miliar dirampas untuk negara, sedangkan sisa hasil penjualan pelelangan tanah tersebut agar dikembalikan ke yang berhak

C. Terhadap sejumlah aset milik terdakwa Rudy Hartono Iskandar yang terdiri dari:

- satu unit mobil Mini Cooper S Type Convertible A/T warna biru atas nama PT Adonara Propertindo nilai aset Rp 1,2 miliar

- satu unit kendaraan roda dua jenis Honda PCX warna hitam atas nama M Wahyudi Hidayat dengan nilai aset Rp 56.878.000

- satu bidang tanah SHGB Pancoran Mas, Depok, seluas 6.625 meter persegi dengan nilai aset Rp 114.248.125.000 (NJOP)
Sehingga dijumlah Rp 115.505.003.000.

(asp/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT