Nelayan Bengkalis Bentrok, 1 Orang Tewas
Jumat, 16 Jun 2006 18:04 WIB
Pekanbaru - Bentrok antar-nelayan di Kabupaten Bengkalis Riau kembali terjadi. Kali ini, bentrok rebutan wilayah tangkapan ikan itu menewaskan satu orang. Belasan lainnya menderita luka bacokan.Kapolres Bengkalis AKBP Edi Setio Budi Santoso mengungkapkan hal itu saat dihubungi wartawan, Jumat (16/6/2006) di Bengkalis.Dituturkan dia, bentrokan tersebut merupakan pertikaian lama antara nelayan jaring rawai (tradisional) dengan kelompok nelayan jaring batu (kapal ukuran besar). Pertikaian ini terjadi di tengah laut Bengkalis atau di wilayah Selat Malaka."Akibat bentrok ini, satu nelayan dari kelompok jaring batu tewas. Sedangkan belasan nelayan lainya luka-luka," katanya.Bentrokan terjadi pada Kamis 15 Juni malam hingga pergantian waktu Jumat 16 Juni di tengah laut. Bentrokan ini melibatkan kelompok jaring rawai dari Desa Pambang, Kecamatan Bantan dengan nelayan kelompok jaring batu dari Desa Kedabu, Kecamatan Rangsang di Bengkalis."Korban meninggal bernama Syamsul Bahri dari Desa Kedabu, kelompok jaring batu. Jenazah korban dibuang ke tengah laut dan hingga kini masih dalam pencarian kita," kata Edi Setio.Peristiwa ini terjadi ketika tengah malam lalu nelayan jaring rawai melihat dua kapal dari kelompok jaring batu memasuki wilayah laut untuk mencari tangkapan ikan. Dari sana, nelayan rawai mencoba untuk membuntuti dengan delapan kapal hingga ke tengah laut tepatnya di perairan Muntai, Kecamatan Bantan.Di perairan yang memang merupakan wilayah jelajah nelayan rawai ini, mereka langsung mengepung dua kapal jaring batu, yakni KM Nelayan Jaya dan KM Usaha Baru. Dua kapal jaring batu tidak bisa bergerak.Kapal-kapal jaring rawai merapat ke kapal milik jaring batu. Lantas, satu kapal KM Nelayan Jaya dibakar habis, sedangkan KM Usaha Baru berhasil diselamatkan Polisi Air Bengkalis.Mereka yang luka akibat bacokan sebagian besar dari kelompok jaring batu. Korban luka-luka itu antara lain Sunardi (29), Ibrahim (40), Anuar (40), Kahar (37), Herman (36), Arif (22) Rofai (35). Sedangkan Syamsul Bahri dari kelompok jaring batu yang tewas hingga kini jasadnya belum ditemukan. Dari kelompok jaring rawai juga ada yang mengalami luka ringan."Kita belum bisa menyimpulkan berapa kerugian dalam pertikaian ini," kata Kapolres Bengkalis.Catatan detikcom, bentrok semacam ini sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Dua tahun terakhir konflik ini terus meruncing. Pertikaian biasanya berbuntut pada pembakaran kapal dan pemukulan. Namun baru kali ini bentrok berujung kematian.Sengketa lahan pencarian ikan ini sudah berlangsung sejak 20 tahun silam. Ini bermula dari kelompok jaring rawai yang merasa keberatan dengan kelompok jaring batu. Nelayan jaring batu dituding menghancurkan habitat laut. Ini karena jaring mereka panjangnya bisa lebih dari 1,8 km.Konflik ini sudah pernah ditangani pemerintah setempat. Namun Pemerintah Kabupaten Bengkalis tidak bisa mencari solusi terbaik dalam mengatasi konflik sesama nelayan ini.Walhi Riau malah menuding sulitnya Pemkab Bengkalis melarang jaring batu beroperasi karena memang kapal-kapal jaring batu itu sebagian milik para pejabat. Selain itu, toke jaring batu juga memberi upeti kepada aparat.
(sss/)











































