Walking in the KaliadeMoon

Walking in the KaliadeMoon

- detikNews
Jumat, 16 Jun 2006 17:44 WIB
Jakarta - Tersiram lahar, material dan juga hantaman si wedhus gembel membuat wajah Kawasan Wisata Bebeng/Kaliadem berubah total. Tempat yang dulu ijo royo-royo, sejuk, pas buangettt menjadi bumi perkemahan itu menjadi gersang dan kering kerontang.Sepanjang mata memandang areal sekitar 10 hektar, yang ada hanyalah hamparan putih kecoklatan. Isinya bertumpuk antara abu vulkanik, pasir merapi dan bongkahan-bongkahan batu-batu besar. Ketebalannya, jangan ditanya. Taksirannya, material isi perut Merapi itu menimbun hingga 2-3 meter.Melihatnya, selintas di pikiran membayangkan hal yang luar biasa. Kaliadem seperti pemandangan planet antah berantah atau permukaan bulan yang kerap muncul di layar kaca. Memang sangat jauh jika dikatakan sama persis. Toh, di Kaliadem, masih ada vegetasi dan pastinya ada efek gravitasi bumi. Tapi setidaknya, ketika melangkahkan kaki, perasaan itu ada.Di Kaliadem, orang harus berjalan hati-hati. Sebisa mungkin, harus bertopang pada batu-batuan besar. Bila salah langkah, siap-siap saja kaki terbenam sampai 10-40 cm dalam pasir dan abu vulkanik merapi. Bila kejeblos, kaki bisa melepuh.Seorang wartawan TV yang kakinya 'tercelup' harus merasakan panasnya lapisan pasir di bawah yang masuk ke dalam sepatunya. Cederanya membuat ia terpaksa mendapat perawatan ringan. Itu yang sial, kalau masih beruntung, setidaknya kejeblos membuat langkah jadi terasa berat, dan celana pun kotor.Bukan persoalan sepatu atau celana yang pasti kotor, tapi rasa was-was itu yang membuat 'menderita.' Yup, di atas, Gunung Merapi masih sukar diprediksi dan bisa sewaktu-waktu memuntahkan wedhus gembel besar ke Kaliadem. Bayangkan bila ia datang padahal kaki tengah salah pilih pijakan.Beruntung, ada sebuah jalan setapak yang telah dibuat oleh tim SAR pendahulu hingga menuju ke Bunker Kaliadem. Gerak petugas evakuasi mayat 2 korban Merapi dan juga wartawan jadi terbantu. Meski tetap saja, kewaspadaan tak boleh berkurang.Angkat topi perlu memang perlu disematkan pada tim SAR Sleman. Dalam kondisi Kaliadem yang dan juga risiko Merapi, mereka mengevakuasi 2 korban manusia yang terjebak di dalam bunker. Jumat (16/6/2006) ini, sebelum sukses mengevakuasi, Tim SAR yang dibantu aparat kodim bahkan sempat lari terbirit-birit, menghindar 2 letupan wedhus gembel yang datang saat proses evakuasi.Memang gaung pekerjaan Tim SAR tak seheboh Amstrong, tapi toh sifatnya sama, yakni memuliakan manusia sesuai derajatnya. Semangatnya terasa pas dengan ucapan Neil Amstrong saat pertama kali menginjakkan kakinya di bulan. "Ini adalah langkah kecil manusia, tapi lompatan besar bagi kemanusiaan." (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads