Legislator Minta Kasus Kekerasan Seks Bos SMA SPI Tak Berlarut-larut

ADVERTISEMENT

Legislator Minta Kasus Kekerasan Seks Bos SMA SPI Tak Berlarut-larut

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 13 Jul 2022 09:32 WIB
Taufik Basari
Taufik Basari (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem Taufik Basari meminta agar kasus kekerasan seksual yang menjerat pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) inisial JE diselesaikan dengan cepat. Taufik tak ingin beban korban kekerasan seksual ini makin berat jika proses hukum berlarut-larut.

"Saat ini, dalam setiap penanganan kasus kekerasan seksual, yang dibutuhkan adalah perspektif aparat penegak hukumnya yang harus memahami karakteristik kasus kekerasan seksual," kata Taufik kepada wartawan, Selasa (12/7/2022).

"Karakteristik tersebut antara lain perlunya perlindungan khusus kepada korban karena banyak korban mengalami trauma dan dapat bertambah berat bebannya serta bertambah traumatis akibat penanganan perkara berlarut-larut," imbuhnya.

Taufik meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian khusus dalam kasus ini, terutama kepada korban. Selain itu, Taufik meminta pihak yang diduga mengintimidasi korban ditindak secara hukum.

"Karena itu, penting bagi pihak kepolisian dan kejaksaan untuk memberikan perhatian khusus kepada korban dan saksi-saksi yang terkait dalam kasus ini, termasuk dengan memberikan perlindungan dan melakukan penegakan hukum terhadap semua pihak yang terlibat dalam mengintimidasi korban," kata dia.

Taufik memaparkan memang dalam perkara ini Undang-Udang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) tak bisa diterapkan. Sebab, kasus ini telah berjalan sebelum UU disahkan. Namun dia ingin perlindungan korban merujuk pada aturan ini.

"Meskipun dalam perkara ini UU TPKS tidak dapat diberlakukan karena tempus delicti-nya terjadi sebelum UU TPKS disahkan, semangat perlindungan korban dapat merujuk pada UU ini," katanya.

Politikus NasDem ini berharap aparat bekerja profesional dalam menangani kasus ini. Dia juga ingin adanya penanganan khusus dalam perkara kekerasan seksual ini.

"Kita berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional dan memperhatikan penanganan khusus yang perlu dilakukan dalam perkara kekerasan seksual," katanya.

Soal kasus JE pada halaman berikut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT