SBY Harus Tunda Bertemu Howard
Jumat, 16 Jun 2006 12:54 WIB
Jakarta - Surat dari Perdana Menteri Australia John Howard kepada Presiden RI SBY agar aktivitas Abu Bakar Ba'asyir dimonitor dinilai sebagai bentuk intervensi. Karena itu sudah sepantasnya SBY menunda rencana pertemuan dengan Howard akhir Juni ini."Presiden harus menunda rencana pertemuannya dengan Howard di Bali, karena mungkin akan dipakai untuk lebih mengintervensi Indonesia," cetus anggota Komisi I DPR Djoko Susilo.Hal itu disampaikan dia kepada wartawan di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (16/6/2006).SBY harus berani menolak permintaan Howard dalam suratnya itu. "Kalau perlu kita harus protes dengan tindakan Howard itu," lanjut Djoko.Menurut politisi asal FPAN ini, dengan surat itu, Howard telah terlalu jauh campur tangan terhadap masalah domestik suatu negara. "Hak kita untuk melepaskan atau menahan Ba'asyir. Semua sudah ada mekanismenya, kalau melanggar hukum, ya kita proses," imbuh dia.Howard meminta pemerintah RI mengawasi Ba'asyir karena Dewan Keamanan PBB telah memasukkan namanya sebagai teroris.
(nvt/)










































