Bungker Merapi Hanya Tempat Perlindungan Sementara

Bungker Merapi Hanya Tempat Perlindungan Sementara

- detikNews
Jumat, 16 Jun 2006 11:12 WIB
Yogyakarta - Tewasnya dua relawan di bungker Kaliadem, Cangkringan, Sleman memunculkan anggapan bahwa bunker tidak aman sebagai tempat perlindungan warga bila Merapi meletus. Tapi, sebenarnya bungker ini memang dijadikan sebagai tempat perlindungan sementara. "Bungker ini memang tempat perlindungan sementara. Fungsi perlindungannya tatkala awan panas lewat," kata Wakil Ketua III Pelaksana Harian Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Sleman, Sunartono, saat ditemui di RSU Sardjito, Yogyakarta, Jumat (16/6/2006). Menurut Sunartono, begitu awan panas lewat, maka orang yang ada di dalam bungker harus segera keluar untuk mengungsi. Tapi yang terjadi pada dua relawan yang tewas itu, mereka berada di dalam bungker saat lahar menyapu Kaliadem. Akibatnya, bungker terkubur oleh material Merapi sedalam 2,5 meter. "Material ini sangat panas, bersuhu sekitar 300 derajat Celcius. Akibatnya, karena bungker tertutup material Merapi yang panas, suhu di dalam bungker pun panas. Ya seperti dioven saja," kata Sunartono. Dengan kasus ini, kata Sunartono, bungker-bungker yang berada di lereng Merapi sebaiknya dimodifikasi. "Misalnya, dikasih cerobong udara, sehingga ada udara yang masuk," kata dia. Sebenarnya di dalam bunker selama ini tersedia air dan oksigen. Namun, karena material lava yang mengubur bungker bersuhu tinggi, bisa jadi oksigen dan air tidak bisa menolong dua relawan yang tewas itu. Hingga kini, situasi di RS Sardjito masih ramai dengan wartawan dan para relawan. Dua jenazah, Warjono dan Kenteng, diotopsi oleh tim medis. Pihak keluarga juga sudah datang ke RS untuk melihat dua jenazah relawan itu. (asy/)


Berita Terkait