Sesama Korban Lumpur Lapindo Saling Acungkan Celurit

Sesama Korban Lumpur Lapindo Saling Acungkan Celurit

- detikNews
Jumat, 16 Jun 2006 10:51 WIB
Sidoarjo - Lumpur Lapindo di Sidoarjo terus memicu konflik antarwarga sekitar. Gara-gara tanggul, warga Desa Kedung Bendo dan Desa Reno Kenongo adu mulut sambil mengacungkan senjata tajam. Duh!Adu mulut bermula kala warga Desa Kedung Bendo mencoba membuka tanggul lumpur di Desa Reno Kenongo. Hal ini agar lumpur yang menggenangi rumah mereka sejak pukul 06.00 WIB, Jumat (16/6/2006), tidak meluas ke wilayah mereka.Namun, aksi warga Desa Kedung Bendo diprotes warga Desa Reno Kenongo. Adu mulut dan baku hantam tidak terhindarkan."Ini harus dibuka! Kalau tidak, Kedung Bendo banjir," kata Jumadi, salah seorang warga Desa Kedung Bendo."Tidak bisa!" sahut warga Desa Reno Kenongo.Situasi memanas dan beberapa warga ada yang tampak saling mengacungkan celurit. Untungnya, bentrokan itu dapat diredam oleh aparat desa setempat. Kedua warga desa akhirnya sepakat tanggul di Desa Reno Kenongo sedikit dibuka.MeluasSementara, banjir lumpur panas kian tak terbendung dan meluas ke segala penjuru. Salah satunya ke Kecamatan Tanggul Angin.Warga Desa Kedung Bendo, Kecamatan Tanggul Angin, dikagetkan dengan bajir lumpur panas yang menggenangi rumah mereka di pagi hari. Ketinggian lumpur panas mencapai selutut.Lumpur mulai memasuki rumah-rumah warga di RT 04, RT 05, dan RT 06. Desa Kedung Bendo ini berjarak 800 meter dari lokasi titik semburan lumpur. Warga pun bergegas menyelamatkan barang-barang berharga miliknya. Sebagian warga ada yang memilik mengungsi ke tempat yang lebih aman. (aan/)


Berita Terkait