Tol Surabaya - Gempol Harus Tetap Dibuka
Jumat, 16 Jun 2006 00:32 WIB
Jakarta - Pemerintah menetapkan jalan tol Surabaya-Gempol tidak boleh ditutup. Tol Surabaya-Gempol penting untuk menunjang jalannya kegiatan perekonomian.Hal ini ditegaskan Menteri Perhubungan Hatta Radjasa usai rapat yang dipimpin Wapres Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (15/06/2006). "Jalan tol tidak boleh tertutup. Harus terus tetap terbuka karena itu merupakan urat nadi yang harus digunakan untuk jalur ekonomi masyarakat," ujar Hatta dalam keterangan pers bersama Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar dan Kepala BP Migas Tardaya Warnika. Menurut Hatta, untuk mengatasi lumpur PT Lapindo yang menggnggu pengguna jalan tol, pemerintah akan memasang jembatan Baely dengan panjang 200 meter dan tinggi 50 cm. Jembatan itu direncanakan dapat beroperasi lima hari ke depan.Sementara itu, Rachmat Witoelar menyatakan pemerintah akan membangun 3 kolam masing-masing seluas 12 hektar dan berkapasitas 240.000 meter kubik, untuk menampung semburan Lumpur."Kolam itu, dapat menampung masing-masing 50 hari semburan lumpur," ujar pria yang pernah bergabung dalam WALHI ini.Rahmat menyatakan warga direlokasi di pasar-pasar dan sekolah-sekolah yang jauh dari lokasi semburan lumpur. Sementara itu, menurut Tardaya, biaya relokasi, pembangunan jembatan, dan kolam akan ditanggung oleh PT Lapindo Brantas. Namun dia tidak menyebut berapa total dananya.
(fay/)











































