ADVERTISEMENT

Viral Pria Timpuk Kaca KRL, 1 Penumpang Luka

Muchamad Solihin - detikNews
Minggu, 10 Jul 2022 15:06 WIB
KRL melintas di kawasan Rawajati, Jakarta, Jumat (14/12/2018). Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan
Ilustrasi KRL (Dok. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta -

Aksi pelemparan batu ke arah kereta rel listrik (KRL) kembali terjadi. Akibatnya, kaca jendela di salah satu gerbong KRL pecah dan seorang penumpang mengalami luka ringan.

Dalam video yang dilihat detikcom, kaca jendela di salah satu gerbong KRL sudah pecah dengan serpihan kaca berserakan di kursi penumpang dan lantai KRL. Dalam video itu, gerbong sedang dipenuhi penumpang, baik yang berdiri maupun duduk di kursi.

Dalam tayangan selanjutnya, seorang pria bertelanjang dada berdiri di sekitar rel. Kemudian, pria itu melempar batu ke arah KRL yang tengah melintas. Dalam tayangan video itu, si pria melempar batu 3 kali ke arah KRL.

Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter Leza Arlan dalam keterangannya menyebutkan aksi pelemparan batu itu terjadi di lintas Stasiun Tebet-Stasiun Manggarai pada Sabtu (9/7), sekitar pukul 16.40 WIB. KRL yang menjadi sasaran, yakni KRL KA 4309 jurusan Bogor-Jakarta.

"Petugas Pengawal KRL segera melakukan pemeriksaan dan pengecekan terhadap seluruh pengguna untuk memastikan dalam kondisi baik. Dari pengecekan terdapat kaca jendela KRL di kereta ke-5 dari belakang pecah dan menyebabkan satu orang pengguna mengalami luka ringan atas pelemparan tersebut," kata Leza dalam keterangannya, Minggu (10/7/2022).

Korban akibat pelemparan batu tersebut sempat dibawa ke Pos Kesehatan Stasiun Manggarai untuk mendapat pertolongan medis.

"Setelah ditangani dan memastikan korban dalam kondisi baik, korban kembali melanjutkan perjalanannya dengan menggunakan KRL," ujarnya.

Petugas keamanan Stasiun Manggarai bekerja sama dengan kepolisian setempat segera melakukan penyisiran ke lokasi pelemparan KRL. Petugas kemudian mengamankan pelaku dan bertemu dengan keluarga serta RT/RW setempat.

Petugas KAI Commuter juga memberikan edukasi dan sosialisasi tentang bahaya pelemparan maupun aksi vandalisme terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian kepada keluarga dan warga sekitar.

KAI Commuter sangat menyayangkan kejadian tindak aksi vandalisme tersebut. KAI Commuter terus mengajak seluruh warga masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar jalur rel, untuk menjaga keamanan perjalanan kereta serta mendukung penuh gerakan anti-vandalisme terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian.

Sesuai dengan UU Nomor 23 Tahun 2007, Pasal 180 tentang Perkeretaapian menyebutkan bahwa setiap orang dilarang menghilangkan, merusak, atau melakukan perbuatan yang mengakibatkan rusak dan/atau tidak berfungsinya prasarana dan sarana perkeretaapian.

"Pelaku perusakan diancam hukuman pidana penjara 3 tahun hingga 15 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 2 miliar," sebut Leza.

Lihat juga Video: Terpopuler Sepekan: Mas Bechi Serahkan Diri Hingga Shinzo Abe Meninggal

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/gbr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT