Pembangunan Harus Ditata Berbasis Bencana
Kamis, 15 Jun 2006 20:10 WIB
Bogor - Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam. Gunung berapi dan sabuk gempa melintasi wilayah nusantara. Untuk meminimalisir dampak bencana, pemerintah perlu memperhatikan tata ruang berbasis bencana."Pembangunan belum melihat faktor keruangan. Ini perlu dipertimbangkan tata ruang berbasis bencana," ujar Kepala Bidang Geodesi Bakorsurtanal Cecep Subarja, kepada wartawan di Kompleks Bakorsurtanal, Cibinong, Bogor, Kamis (15/6/2006).Menurut Cecep telah ada peta geo spasial. Di dalam peta ini tercantum antara lain aspek geologi, penyebaran penduduk, dan garis patahan lempeng bumi."Lokasi pemukiman, pusat ekonomi, dll harus dicocokkan dengan peta geo spasial, agar saat bencana terjadi dampaknya dapat diminimalisir," paparnya.Departemen Pekerjaan Umum melalui Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional kini tengah mengevaluasi rencana tata ruang dan tata wilayah. "Masih ada pemerintah wilayah yang belum membuat tata ruang berbasis bencana," kata Wakil Bidang Sumber Daya Alam dan Survei Dasar Bakorsurtanal Arif Poniman.
(fay/)











































