Lumpur Panas Sidoarjo
PT Lapindo Bantah Lepas Tangan
Kamis, 15 Jun 2006 17:24 WIB
Surabaya - Banjir lumpur yang menerjang 3 desa di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, tiga pekan belakangan ini membuat PT Lapindo Brantas Inc gerah juga. Apalagi banyak tudingan perusahaan itu lepas tangan.Untuk kali pertama Lapindo akhirnya menggelar jumpa pers yang dihadiri hampir 100 wartawan, baik cetak maupun elektronik di Hotel JW Marriott, Jalan Embong Malang, Surabaya, Kamis (15/6/2006).Hadir dalam jumpa pers itu General Manager Lapindo Imam Agustino, Vice President HR and Relations Lapindo Yuniwati Teryana, dan Agus Tansil yang menangani masalah lingkungan di Lapindo.Dalam forum itu, Imam Agustino membantah tudingan pihak-pihak yang menuding perusahaannya lepas tangan terhadap persoalan semburan lumpur yang terjadi sejak 29 Mei lalu.Imam menegaskan, pihaknya sudah bekerja all out sejak hari pertama terjadinya semburan yang lokasinya 150-200 meter dari sumur miliknya.Saat itu pihaknya sudah langsung melakukan evakuasi terhadap warga terdekat yang terancam semburan lumpur panas yang baunya menyengat itu."Tim teknis Lapindo mendatangkan ahli dari Kanada dan Singapura untuk berupaya keras mencari penyebab dan cara-cara penghentian sumber luapan lumpur alami itu," kata Imam.Sampai sekarang pihaknya memprioritaskan pengamanan keselamatan warga. Namun itu bukan berarti tidak berupaya menghentikan semburan lumpur."Prioritas kami bagaimana meminimalisasi perluasan luapan lumpur, serta penanganan dampak keselamatan, kesehatan dan lingkungan masyarakat sekitar," ujarnya.Jalin KerjasamaTim dari Lapindo juga berupaya keras menanggulangi luapan lumpur. Menurut Agus, tim itu tidak bekerja sendirian, namun bekerja secara terpadu dengan instansi terkait seperti Pemkab Sidoarjo maupun BP Migas."Jadi dalam kesempatan ini saya juga ingin klarifikasi bahwa Lapindo tidak tinggal diam, tapi kita sudah all out, mulai evakuasi, pemberian bantuan, pendirian posko, suplai air bersih sudah kita lakukan semua. Selain itu juga melakukan pengecekan udara di sekitar yang sempat berhembus kabar ada gas, padahal bukan gas," urainya.Agar lebih adil, Lapindo juga menggandeng konsultan dari ITB, ITS dan Unibraw untuk mengevaluasi teknis permukaan pada 2 Juni lalu. Sementara untuk melakukan assessment bawah tanah, pihaknya menggandeng konsultan dari Kanada.
(umi/)











































