Lahar di Kaliadem Panas, Sepatu Anggota Tim SAR Meleleh
Kamis, 15 Jun 2006 17:09 WIB
Sleman -
Evakuasi terhadap 2 orang yang terperangkap di dalam bungker Kaliadem mengalami banyak hambatan. Problem terbesar adalah lahar masih panas sehingga alat yang digunakan terbatas mengandalkan backhoe.Informasi yang dikumpulkan dari sejumlah anggota Tim SAR, Kamis (15/6/2006) di lokasi evakuasi di bumi perkemahan Kaliadem, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta, mereka kesulitan melakukan pengerukan secara cepat. "Lahar masih panas. Sepatu yang dipakai teman-teman anggota SAR meleleh, rusak, karena tidak tahan panas saat menginjak lahar," kata Tomon Haryo Wirosobo, salah satu anggota SAR DIY di Kaliadem.Seluruh potensi SAR, lanjur Tomon, sudah melakukan upaya evakuasi sejak semalam. Namun lahar panas menyulitkannya. "Semalam dan tadi pagi sudah dicoba digali dengan cangkul. Tetapi semakin ke dalam semakin panas. Sepatu yang kita pakai juga meleleh, jadi telapak kaki panas," katanya.Akhirnya alat berat didatangkan. Dua backhoe mengeruk bungker yang tertutup lahar panas. Pengerukan tidak bisa cepat karena lahar penutup sangat lembut, sehingga selalu encer jika diangkat. Selain itu ada sejumlah batu berukuran besar mengganjal.Namun, perlahan-ahan bungker mulai terkuak. Pantauan detikcom pukul 16.30 WIB, pintu masuk bungker mulai terbuka separo, terutama bagian atas. Namun, belum diketahui nasib kedua orang yang tertimbun.
(jon/)










































