Habib Rizieq Batal ke Demak
Kamis, 15 Jun 2006 17:15 WIB
Semarang - Mengetahui ada sweeping yang dilakukan pendukung Gus Dur, pimpinan FPI Habib Rizieq membatalkan niatnya mengikuti acara khataman Al Quran di Ponpes Annuriyah Desa Gebang, Bonang, Demak. Pernyataan pembatalan itu disampaikan Rizieq usai bertemu Kapolda Jateng Irjen Dody Sumantyawan sekitar pukul 15.30 WIB di Mapolda, Jl. Pahlawan Semarang, Kamis (15/6/2006). Rizieq yang berpakaian putih-putih itu datang bersama istri dan puluhan relawan FPI. Rizieq menyatakan, demi menjaga situasi kondusif, dirinya batal menghadiri acara di Demak. Bersama rombongannya, ia langsung menuju Yogyakarta untuk mengunjungi korban dan relawan gempa. "Saya tidak merasa terancam. Anda tahu sendiri bagaimana sifat saya," jawab Rizieq ketika ditanya apakah dirinya takut dan terancam dengan adanya aksi pendukung Gus Dur di Demak. Rizieq menjelaskan, sweeping tersebut seharusnya tidak terjadi karena antara dirinya dengan Gus Dur sudah saling memahami. Di Purwakarta, Gus Dur tak merasa terusir. Kesalahpahaman itu yang belum sampai pada tingkat bawah. "Kami dan Gus Dur sudah tidak ada masalah. Ini hanya faktor kurang sosialisasi saja. Mungkin butuh waktu untuk menyelesaikannya," jelasnya. Sementara Dody Sumantyawan mengatakan, pihaknya akan memeriksa orang-orang yang dimungkinkan membuat keresahan kelompok lain. Kepolisian ingin klarifikasi agar situasi di Jateng tetap kondusif bagi siapa saja. "Tidak ada sweeping. Mereka hanya berjaga. Tapi kalau memang ada laporan mereka membuat keresahan atau anarkis, kami akan bertindak lebih jauh," katanya. Hari ini, Rizieq dihadang puluhan kader Garda Bangsa di Desa Kalicilik, Demak Kota. Mereka melakukan razia terhadap kendaraan yang berplat asing. Rizieq yang sesungguhnya sudah datang di Semarang pun batal mengikuti acara yang rencananya digelar malam nanti di Ponpes Annuriyah Demak dan memilih ke Yogyakarta.
(asy/)











































