2 Dokter RS Al Islam Diperiksa Terkait Kasus Aniek
Kamis, 15 Jun 2006 17:12 WIB
Bandung - Penyidik Polresta Bandung Timur memeriksa dua dokter RS Islam dalam kasus pembunuhan 3 bocah dengan tersangka Aniek Qor'iah Sriwijaya (31). Mereka adalah dr Dadang dan dr Indah.Mereka mendatangi Mapolresta Bandung Timur pada Kamis (15/6/2006) siang. Jumlah yang datang ada empat orang. Dr Indah diperiksa karena dia adalah dokter jaga yang pertama kali menerima 3 korban pembunuhan, sedangkan dr Dadang ditanya soal kebijakan rumah sakit.Sebelumnya, Kapolresta Bandung Timur AKBP Edison Sitorus menyatakan, sebelum dikebumikan pada Jumat 9 Juni, 3 jenazah bocah itu dilarikan ke RS Al Islam sekitar pukul 11.30 WIB.Dokter yang memeriksa langsung curiga karena tanda-tanda fisik korban menunjukkan mereka sudah lama meninggal. Apalagi ada lebam-lebam biru."Pihak RS lalu melaporkan hal ini ke Polsek Margacinta. Setelah itu kami melakukan pengembangan," kata Edison di kantornya, Jalan AH Nasution, Ujung Berung, Bandung Timur.Pada Minggu 11 Juni, Aniek didampingi keluarga dan pengacaranya datang ke Polresta Bandung Timur untuk diperiksa. Setelah 9 jam, Aniek ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.Iman Abdullah Belum MengantorSementara itu Iman Abdullah, suami Aniek, hingga kini belum mengantor di Masjid Salman ITB."Sudah satu minggu ini Pak Iman tidak bekerja. Pengurus di sini memberikan waktu pada Pak Iman. Yang jelas ini musibah," kata Syaiful, rekan Iman satu ruangan.Syaiful menuturkan, Iman adalah pengurus Lembaga Wakaf dan Zakat. Sedangkan dirinya bagian bimbingan haji.Syaiful melihat Iman tidak punya masalah berat. Tiap hari Minggu dia biasa mengajak istri dan anak-anaknya main ke Salman.Iman bekerja di lingkungan Salman sekitar 2 tahunan. "Saat ini Pak Iman mengambil S2 Studi Pembangunan ITB," kata Syaiful.
(nrl/)










































