SBY-Howard Tidak Bahas Ba'asyir
Kamis, 15 Jun 2006 16:53 WIB
Jakarta - PM Australia John Howard mengaku berkirim surat ke Presiden SBY soal Abu Bakar Ba'asyir. Namun dalam pertemuan SBY-Howard di Batam akhir bulan ini, tidak ada agenda pembahasan soal amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) itu."Sejauh ini tidak (masuk agenda pembicaraan). Kita sudah siapkan agendanya, kini terus dikomunikasikan," kata Menlu Hassan Wirajuda, usai mengikuti sidang kabinet di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jakarta (15/6/2006).Ia mengaku telah mengetahui reaksi kekecewaan pemerintah Australia dan keluarga korban bom Bali sebagaimana disuarakan oleh Menlu Alexander Downer kemarin. Tapi hingga sore ini dirinya belum menerima pernyataan langsung dari rekannya tersebut, baik melalui telepon maupun surat resmi.Kalau pun ada pernyataan keberatan resmi, hal itu tidak akan mempengaruhi keputusan pelaksanaan hukuman dan pembebasan Ba'asyir.Menlu mengingatkan agar semua pihak menghormati proses hukum di suatu negara. Sebab keputusan beratnya hukuman dari pengadilan Indonesia yang independen itu diambil setelah mempertimbangkan bukti-bukti yang jelas."Tentu saja bukan didasarkan pada judul berita tentang tafsiran berat ringannya hukuman. Proses hukum di suatu negara selayaknya dihormati," kata Hassan.Sebelumnya diberitakan, Howard mengaku telah mengirim surat untuk Presiden SBY. Isinya, Howard mendesak SBY memonitor aktivitas Ba'asyir. Howard mengingatkan, Dewan Keamanan PBB telah memasukkan nama Ba'asyir sebagai teroris.
(sss/)











































