Agung: Australia Jangan Ikut Campur Soal Ba'asyir
Kamis, 15 Jun 2006 15:23 WIB
Jakarta - Pemerintah Australia atau pemerintah negara mana pun tidak berhak ikut campur masalah internal Indonesia. Seperti halnya urusan pembebasan Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir."Kita yakin dengan apa yang kita lakukan kok. Masak kita diurusi orang lain," cetus Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (15/6/2006).Menurut dia, pernyataan Perdana Menteri Australia John Howard yang menyesalkan pembebasan Ba'asyir tidak perlu dilayani. Alasannya, Ba'asyir sudah menjalani masa hukumannya sebagai wujud pertanggungjawaban atas tindakan yang didakwakan. Ba'asyir resmi bebas pada Rabu 14 Juni kemarin."The show must go on. Itu urusan kita, kita tidak makan dari dia kok. Kita berusaha sendiri," imbuh Agung.Politisi Partai Golkar ini berharap pemerintah Australia sebagai negara tetangga terdekat bisa menghargai masalah-masalah internal Indonesia."Baiknya kita saling menghargai, hidup bertetangga dengan baik. Kita harapkan Australia tidak perlu mengatur-atur kita," tandasnya.
(nvt/)











































