ADVERTISEMENT

Hakim Tegur Pengacara-Jaksa karena Ribut di Sidang Ayu Thalia

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 07 Jul 2022 20:43 WIB
Sidang kasus Ayu Thalia
Sidang kasus Ayu Thalia (Wilda Nufus/detikcom)
Jakarta -

Salah satu penasihat hukum terdakwa kasus pencemaran nama baik Ayu Thalia, Pitra Romadoni, ribut dengan jaksa penuntut umum (JPU) di persidangan. Ribut-ribut ini pangkal masalahnya mengenai pertanyaan Pitra Romadoni kepada saksi Jimmy Santoso.

Hal itu terjadi di persidangan kasus pencemaran nama baik dengan terdakwa Ayu Thalia yang dilaporkan oleh anak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Nicholas Sean, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Kamis (7/7/2022). Mulanya, Pitra Romadoni menilai keterangan saksi Jimmy yang tertera di BAP berisi pendapat.

"Karena di BAP ini kebanyakan pendapat keterangannya, terus yang kedua saksi juga ditanya bukti dia tidak mengetahui juga, lantas saya, karena di berita ini adalah pengaduan opini semuanya, ini contohnya 'profil Ayu Thalia heboh', kita kan ingin membuktikan kebenaran materiil," kata Pitra Romadoni.

Menurut Pitra, kliennya tidak pernah sekali pun menyebut nama 'Nicholas Sean' di dalam pemberitaan di media. Pitra pun bertanya kepada saksi Jimmy tentang pencemaran nama baik yang mana yang dicemarkan dalam perkara ini.

"Di dalam berita ini, satu pun keterangan terdakwa tidak pernah menyebutkan nama Nicholas Sean, satu pun tidak pernah menyebutkan, terdakwa mengatakan pelaku, tidak pernah menyebutkan, karena kan berbicara pencemaran nama baik, nama baik yang mana yang dicemarkan? Karena terdakwa tidak pernah menyebutkan namanya langsung," kata Pitra Romadoni.

Jaksa langsung menyanggah pertanyaan itu dan menyebut Pitra bisa menuangkan keberatannya di pleidoi kliennya. Pitra tak terima dan meminta jaksa tidak memotong pertanyaannya kepada saksi.

"Itu nanti di pleidoi," kata jaksa.

"Tunggu dulu, dong," sahut Pitra.

Lihat juga video 'Saksi Dinilai Beri Pernyataan Tak Sesuai Fakta, Sidang Ayu Thalia Memanas':

[Gambas:Video 20detik]



Selengkapnya pada halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT