ADVERTISEMENT

Berharap Pimpinan PDIP-NasDem Bahas Pencapresan, Ganjar Dianggap Kemajon?

Matius Alfons, Eva Safitri - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 17:08 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau pencairan BLT minyak goreng di Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Selasa (19/4/2022).
Ganjar Pranowo (Robby Bernardi/detikJateng)
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengharapkan adanya dialog antarpimpinan PDIP-NasDem terkait dirinya yang menjadi bakal calon presiden (bacapres) hasil rakernas NasDem. Apakah PDIP dan NasDem menilai Ganjar lancang atau kemajon seperti kata Ketua PDIP Bambang Wuryanto?

Jawaban Ganjar saat ditanya soal namanya masuk jadi salah satu bakal capres NasDem memang berkembang. Sementara sebelumnya dia menjawab singkat bahwa dirinya adalah kader PDIP, kini ada selipan harapan agar pemimpin kedua partai berdialog.

Saat ditanya soal jawaban Ganjar, anggota Fraksi PDIP DPR Masinton Pasaribu merespons normatif. Dia mengingatkan agar seluruh kader PDIP tertib dalam barisan.

"Semua kader diwajibkan tertib dalam barisan, keputusan politik pemilu 2024 menunggu instruksi partai melalui Ketua Umum dan DPP PDI Perjuangan. Di PDI Perjuangan dikenal dengan 3 pilar kepartaian dan semua kader saat ini berfokus pada tugas masing-masing. Misal sebagai kepala daerah fokuslah pada pemajuan pembangunan daerahnya," kata Masinton kepada wartawan, Rabu (6/7/2022).

Dua pilar lainnya, kata Masinton, yaitu legislator di DPR dan DPRD, harus fokus pada pelaksanaan tugas-tugas legislatif dan memperjuangkan aspirasi rakyat, sementara struktural partai diminta fokus menyiapkan gerak seluruh elemen kepartaian.

Masinton PasaribuMasinton Pasaribu (Ari Saputra/detikcom)

Di sisi lain, NasDem juga tak menganggap Ganjar kemajon. Bagi Ketua DPP NasDem Willy Aditya, Ganjar malah menunjukkan kesopanan karena berharap pembahasan namanya melalui pimpinan partai.

Simak jawaban NasDem di halaman berikutnya.

Saksikan juga 'Saat Ganjar Kelihatan 'Jaga Jarak' dengan Jokowi di Semarang':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT