ADVERTISEMENT

Guru Besar Unpad: Kinerja Kapolri Sangat Baik, Presisi On The Track

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 15:41 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meresmikan Tim Patroli Presisi
Foto: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Dok.Istimewa)
Jakarta -

Guru Besar Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Prof Muradi bicara terkait kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berkenaan dengan puncak peringatan HUT ke-76 Bhayangkara yang digelar hari ini. Dia menilai kinerja Sigit sudah sangat baik.

Penilaian itu didasarkan Muradi pada tiga hal. Pertama berkaitan dengan posisi Polri yang membantu program pemerintah, baik yang berkaitan dengan keamanan dalam negeri dan kamtibmas, maupun program pemerintah yang memposisikan Polri sebagai pendukung seperti vaksinasi COVID-19, hingga penanganan kelangkaan minyak goreng akibat tata kelola yang buruk.

"Kedua, berkaitan dengan peran dan fungsi utama dari Polri dalam tata kelola kamdagri dan kamtibmas yang menjadikan posisi Polri berada dalam posisi yang positif, baik dari respons publik maupun kehadiran Polri sebagai entitas aktor keamanan," jelasnya.

Memang masih ada hal negatif terkait kinerja Polri. Namun menurut Muradi, jumlahnya makin kecil dan berkurang karena ada penegasan dalam punishment and reward dari pimpinan di Polri. Ini juga merupakan dampak dari berkurangnya penugasan penanganan kasus di sejumlah polsek dengan lebih mengedepankan restorative justice.

"Bila mengacu pada tiga hal tersebut di atas, secara umum saya kira kinerja Kapolri sudah sangat baik, namun perlu kiranya ada perbaikan yang lebih substansi, yakni setidaknya ada empat hal yang harus diperbaiki," ujarnya.

Perbaikan tersebut yakni pertama, proses perubahan paradigma dari polisi sipil menuju polisi sipil 4.0 yang lebih responsif dan memahami dinamika publik sebagai bagian dari penguatan kualifikasi polisi modern. Kedua, penguatan dan persebaran SDM Polri yang mampu menopang program Polri yang Presisi.

"Langkah ini menjadi urgent dilakukan agar dapat memberikan efek positif bagi publik karena kinerja Polri makin baik," jelasnya.

Ketiga, lanjut Muradi, dengan mengupayakan agar Polri dapat tetap membangun komunikasi dan koordinasi dengan institusi samping seperti TNI, BIN, Kejagung, dan KPK dalam upaya menguatkan kinerja yang lebih profesional yang presisi. Lalu keempat, menguatkan pola hubungan antara Polri dengan publik secara terintegrasi melalui skema perpolisian masyarakat ataupun penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai implementasi dari Presisi.

Muradi menambahkan, penerapan konsep Presisi oleh Polri sudah on the track, namun masih perlu dikuatkan dan dimasifkan agar pemahaman internal dan publik bisa dan dapat selaras dengan kebijakan Presisi. Sebab, lanjut dia, sebagaimana diketahui bahwa masih terdapat kesalahan-kesalahan kecil yang sebenarnya tidak perlu tapi mengganggu esensi dari implementasi Polri yang Presisi.

"Artinya apa yang telah dimulai berkaitan dengan Polri yang Presisi harus terus ditegaskan agar dirasakan oleh publik secara umum dan membangun paradigma yang jauh lebih baik dari sebatas Polri yang modern dan profesional tapi juga yang Presisi yang mana mengintegrasikan antara SDM Polri yang handal, sokongan Ilmu pengetahuan teknologi serta paham dengan dinamika publik menuju Polisi 4.0," jelasnya.

(hri/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT