ADVERTISEMENT

Cak Imin Puji Pemerintah atas Lancarnya Pelaksanaan Haji 2022

Sukma Nur Fitriana - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 12:06 WIB
Abdul Muhaimin Iskandar
Foto: PKB
Jakarta -

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar mengapresiasi pemerintah atas pelaksanaan haji 2022. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti rapat koordinasi dengan Amirul Hajj dan tim pengawas haji di Hotel Retaj al Rayyan, Mekkah, Selasa (5/7).

"Setelah dua tahun pandemi, kita bersyukur semua kita monitor, kita ikuti. Semua berjalan lancar. Berbagai hambatan di lapisan paling bawah tidak muncul," ujar Abdul Muhaimin pada keterangan tertulis, Rabu (6/7/2022).

Abdul Muhaimin yang kerap dikenal dengan Cak Imin menilai secara keseluruhan pelaksanaan haji sudah baik dan tidak ada kendala yang signifikan. Kendati demikian, Cak Imin mengakui masih ada beberapa polemik isu terkait dengan visa furada dan penambahan kuota 10 ribu yang ramai dibicarakan.

"Di lapisan elite agak muncul sedikit isu furada. Tapi semua liku-liku, semua lancar. Penambahan mendadak kuota 10 ribu itu juga bisa kita putuskan dengan cepat," ujarnya.

Cepat tanggapnya pemerintah akan isu tersebut membuat keponakan Gus Dur ini mengapresiasi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan seluruh petugas haji yang sudah bekerja keras memastikan kelancaran pelaksanaan haji tahun ini.

"Kita apresiasi seluruh petugas dari yang paling bawah sampai menteri semua berkoordinasi dan terawasi dengan baik," ujar Cak Imin.

Wakil ketua DPR RI itu juga menyatakan undang-undang tentang pelaksanaan haji yang memerintahkan pemerintah menjadi pelaksana haji dinilai masih relevan dan efektif.

"Kita bersyukur pelaksanaan haji kita semakin baik. Jemaah dapat subsidi yang bagus dari seluruh sistem yang ada. Ini bukti UU kita masih sangat relevan sembari mengantisipasi perubahan cara kerja Arab Saudi yang terus berubah," ungkapnya.

"Ini momentum kita semua bahwa sistem yang kita pilih di mana negara terlibat langsung menjadi bagian pelaksana utama seluruh pelaksanaan haji terus diuji sejarah," tutup Cak Imin.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT