ADVERTISEMENT

Adu Perspektif: Dampak Politik Juru Damai Jokowi

Brillyan Vandy Yansa - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 12:04 WIB
Jakarta -

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Ukraina dan Rusia disela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 mencuri perhatian dunia. Pria yang akrab disapa Jokowi mendelegasikan diri sebagai juru damai antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Usai pertemuan G7, Jokowi didampingi ibu negara Iriana Jokowi bertolak ke Kiev, Ukraina dari Polandia Selasa (28/6) waktu setempat dengan kereta luar biasa yang disiapkan pemerintah setempat. Dengan bergaya busana kasual Jokowi bawa pesan damai untuk akhiri perang dan membuka asa terhadap perbaikan kondisi dunia, yang terus tertekan akibat perang yang terjadi.

"Saya akan mengunjungi Ukraina dan bertemu dengan presiden Ukraina Volodymyr Zelensky," ujar Jokowi sebelum betolak pertemuan KTT G7 di Jerman.

Sehari setelah pertemuan di Kiev, Ukraina, Kamis (30/6) ia menemui Presiden Rusia Vladimir Putin dengan membawa pesan damai Presiden Zelensky. Jokowi bersedia menjembatani sebagai juru damai di pertikaian dua negara tersebut.

"Saya akan mengajak Presiden Putin untuk membuka ruang dialog dan sesegera mungkin melakukan gencatan dan menghentikan perang," imbuh Jokowi.

Aksi pesan damai yang dibawa Jokowi sejatinya tidak lepas dari mandat sebagai presidensi G20 tahun ini. Jokowi mengharapkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin hadir di G20 Bali, 15-16 November 2022.

"Saya telah menyampaikan pesan dari Presiden Zelensky untuk Presiden Putin dan menyatakan kesiapan saya untuk menjadi jembatan komunikasi antara dua pemimpin tersebut," tulis Jokowi pada Jumat (1/7/2022).

Namun alih-alih dari hasil lawatan ke Ukraina dan Rusia menghasilkan perdamaian, perang masih terus terjadi bahkan akhir pekan kemarin kedua negara saling serang. Alhasil, tagar juru damai sempat ramai di sosial media. Ada yang optimis lawatan Jokowi menghasilkan perdamaian, tidak sedikit juga yang ragu.

Deputi Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat, Yan Harahap melalui akun Twitter mengunggah tangkapan layar cuitan Jokowi dan artikel yang berisi bantahan dari pihak Ukraina. Dalam cuitannya ia meragukan hasil lawatan Presiden Joko Widodo ke Rusia dan Ukraina.

"Kenapa hal seperti ini masih saja terulang. Untuk mendapat pengakuan itu harus berbohong," ujar Yan Harahap dalam cuitannya, Senin (3/7) lalu.

Ada yang ragu, ada pula yang yakin, lalu Seberapa besar dampak diplomasi Jokowi? Adakah implikasinya terhadap citra politik Jokowi di dalam negeri? Seperti apa perspektif dari tokoh politisi hingga akademisi dari sorotan media asing sebagai Jokowi Juru Damai?

Adu Perspektif kali ini, kolaborasi detikcom dan Total Politik membahas topik 'Dampak Politik Juru Damai Jokowi' bersama sejumlah narasumber Panda Nababan Politikus PDI Perjuangan, Effendi Gazali Pakar Komunikasi Politi UI, Rocky Gerung Pendiri P2D, Faldo Maldini Staf khusus Mensesneg, Ple Priatna Direktur Eksekutif Inadis dan Roby Muhamad Pakar Psikologi Sosial UI. Acara disiarkan secara langsung dari detikcom, Rabu (6/7/2022) pukul 19.00 WIB.

(ed/ids)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT