ADVERTISEMENT

Tebet Eco Park Masih Tutup untuk Persiapan Zona Emisi Rendah, Sampai Kapan?

Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 11:28 WIB
Meski Ditutup, Warga Masih Mendatangi Tebet Eco Park Lho
Foto: Rengga Sancaya/detikcom
Jakarta -

Penutupan Tebet Eco Park diperpanjang. Selain pemeliharaan taman, pengelola tengah menyiapkan taman itu menjadi kawasan zona emisi rendah.

"Untuk pemeliharaan taman dan perbaikan fasilitas serta persiapan penetapan Kawasan Tebet Eco Park sebagai zona emisi rendah, penutupan Tebet Eco Park diperpanjang," demikian informasi yang disampaikan oleh akun Instagram Pemprov DKI, @dkijakarta, Rabu (6/7/2022).

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto menuturkan pihaknya bakal membatasi kendaraan pribadi ketika mengakses taman. Asep berharap kebijakan ini dapat mendorong masyarakat menggunakan kendaraan umum.

"Ke depannya kita berharap semakin banyak masyarakat yang berkunjung ke Tebet Eco Park tetapi menggunakan transportasi publik. Sehingga tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi," kata Asep.

Belum ada penjelasan pasti soal sampai kapan penutupan sementara Tebet Eco Park. Asep menuturkan saat ini Dinas Perhubungan DKI Jakarta tengah membenahi sektor transportasi di sekitar taman. Jadi, kebijakan zona emisi rendah ini dapat diikuti oleh interkoneksi angkutan umum.

"Kalau yang namanya low emisi zone, itu pasti akan seperti itu. Makanya kita bebenah dulu di sektor transportasinya. Sehingga memang diharapkan dengan sudah terkoneksinya nantinya, maka LEZ bisa diterapkan di Tebet," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov DKI Jakarta mewajibkan pengunjung melakukan pendaftaran melalui aplikasi JAKI sebelum menyambangi Tebet Eco Park. Tak hanya itu, pengelola bakal memberikan kartu merah kepada pengunjung yang merusak fasilitas taman.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan nantinya segala aktivitas pengunjung bakal terekam melalui kamera CCTV. Selain kartu merah, pengunjung bakal dikirimkan surat pelanggaran melalui e-mail.

"Apabila merusak kita akan kita kasih kartu merah dan selanjutnya kita akan kasih surat teguran itu surat pelanggaran itu kepada yang bersangkutan melalui e-mail," kata Suzi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/7/2022).

Suzi menuturkan fasilitas yang kerap mengalami kerusakan adalah toilet dan rerumputan taman. Nantinya, pelaku perusakan fasilitas dilarang masuk ke taman selama 3 bulan.

"Kan waktu mereka daftar JAKI ada e-mail yang melanggar itu selama 3 bulan tidak boleh masuk taman Tebet," jelasnya.

"Bagaimana masyarakat itu bisa disiplin walaupun jangan merasa karena taman itu gratis, tapi harus rusak kan tidak jadi walaupun gratis tetap harus dijaga," sambungnya.

Pengelola akan membatasi pengunjung harian, yakni 8.000 pengunjung selama hari kerja dan 16 ribu selama akhir pekan. Pengunjung bisa memilih hari kunjungan ketika mendaftar secara online.

(taa/idn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT