Pelayanan Buruk, Tarif KA Ekonomi Tak Pantas Naik
Kamis, 15 Jun 2006 07:03 WIB
Jakarta - Tarif kereta api (KA) kelas ekonomi direncanakan akan naik. Namun, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kenaikan tersebut tidak layak, karena pelayanan KA kelas ekonomi masih sangat buruk."Kenaikan itu tidak adil karena pelayanannya sanggat buruk," kata Anggota Pengurus Harian YLKI,Daryatmo kepada detikcom, Kamis (15/6/2006).Buruknya pelayanan itu dapat dilihat dari rusaknya lampu-lampu di KA ekonomi. Ini menyebabkan penumpang harus bergelap-gelapan menaiki kereta itu."Belum lagi masalah kejahatan yang tinggi di atas kereta," katanya.Menurut Daryatmo, seharusnya tarif KA ekonomi tidak perlu naik. Pendapatan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) dapat didongkrak dengan memaksa penumpang yang biasanya naik dengan gratis, untuk membeli karcis. Selain itu, menurut Daryatmo, PT KAI harus membenahi mentalitas petugas yang ada dilapangan. Karena selama ini banyak penumpang yang tidak membeli karcis dan langsung membayarkannya ke petugas pemeriksa karcis di atas kereta."Kalau beli karcis Bogor-Jakarta Rp 2.500 tapi kalau bayar sama petugas bisa cuma Rp 1.000," katanya.Selain menertibkan penumpang 'gelap', PT KAI juga dapat memperoleh pemasukan tambahan dari penyewaan kios yang ada di stasiun-stasiun. Menurutnya, seperti halnya di luar negeri, pendapatan dari sektor properti ini bisa sangat besar.Sebelumnya, Hatta Rajasa mengungkapkan kalau kenaikan tarif kereta api ini sangat wajar. Ia membandingkan ongkos kereta api dari Rangkasbitung-Jakarta yang hanya Rp 1.500 sampai Rp 2.000 sementara bus mencapai Rp 12 ribu."Kita Juga tidak ingin KA bangkrut," jelas politisi asal PAN ini.
(nal/)











































