ADVERTISEMENT

BNPT: ACT Belum Masuk Daftar Terduga Organisasi Terorisme

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 20:54 WIB
Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Ahmad Nurwakhid (dok BNPT)
Brigjen Ahmad Nurwakhid (Dok. BNPT)
Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah menerima data dari PPATK terkait aliran dana Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang diduga mengalir ke aktivitas terlarang. BNPT menegaskan bahwa ACT belum masuk Daftar Terduga Terorisme atau Organisasi Terorisme (DTTOT).

"Saat ini memang ACT belum masuk dalam Daftar Terduga Terorisme atau Organisasi Terorisme (DTTOT) sehingga membutuhkan pendalaman dan koordinasi dengan stakeholder terkait dalam menentukan konstruksi hukumnya," kata Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

Nurwakhid mengatakan data aliran dana yang diterima dari PPATK merupakan data intelijen yang perlu dikaji terlebih dahulu. Kajian tersebut yakni untuk memastikan soal dugaan pendaan terorisme.

"Pada prinsipnya data yang disampaikan PPATK kepada BNPT dan Densus 88 tentang kasus ACT merupakan data intelijen terkait transaksi yang mencurigakan sehingga memerlukan kajian dan pendalaman lebih lanjut untuk memastikan keterkaitan dengan pendanaan terorisme," katanya.

"Jika aktivitas aliran dana yang mencurigakan tersebut terbukti mengarah pada pendanaan terorisme tentu akan dilakukan upaya hukum oleh Densus 88 Antiteror Polri. Jikalau tidak, maka dikoordinasikan aparat penegak hukum terkait tindak pidana lainnya," tambahnya.

Lebih lanjut, BNPT kata Nurwakhid, juga sekaligus mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam memberikan donasi. Dia menyarankan donasi dilakukan kepada lembaga resmi milik pemerintah.

"Karena itulah, belajar dari kasus ACT ini, BNPT mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menyalurkan donasi, infak, dan sedekah kepada lembaga yang resmi dan kredibel yang telah direkomendasikan oleh pemerintah. Termasuk dalam penggalangan dana kemanusiaan untuk luar negeri, masyarakat juga mesti hati-hati dengan menyalurkan pada lembaga resmi atau melalui kementerian luar negeri agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pendanaan terorisme," ujarnya.

Simak video 'Pimpinan DPR Minta Aparat Tindak Tegas Penyelewengan Dana ACT':

[Gambas:Video 20detik]



Simak pernyataan ACT pada halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT