ADVERTISEMENT

KPK Periksa 8 Eks Anggota DPRD Tulungagung di Kasus Suap Bankeu Jatim

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 16:01 WIB
Gedung baru KPK
Gedung KPK (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

KPK memanggil 8 mantan anggota DPRD Tulungagung terkait kasus dugaan suap alokasi anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Jawa Timur periode 2014-2018 untuk Tulungagung. Kedelapan mantan anggota DPRD Tulungagung itu akan diperiksa sebagai saksi.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan KPK akan memeriksa kedelapan saksi hari ini, Selasa (5/7/2022). Dia menyebut pemeriksaan dilakukan di Polres Tulungagung, Jawa Timur.

"Hari ini (5/7) pemeriksaan saksi TPK Bantuan Pemprov Jatim untuk Pemerintah Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2014-2018," kata Ali kepada wartawan, Selasa (5/7).

"Pemeriksaan dilakukan di Polres Tulungagung, Jalan Ahmad Yani Timur Nomor 9, Bago, Tulungagung, Jawa Timur," sambungnya.

Berikut ini nama 8 mantan anggota DPRD Tulungagung yang diperiksa KPK:

1. Choirurrohim, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019
2. Faruuq Trifauzi, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019
3. Fendy Yuniar M, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019
4. Gunawan, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019
5. Imam Koirudin, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019
6. Imam Ngaqoib, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019
7. Joko Tri Asmoro, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019
8. Leman Dwi Prasetyo, anggota DPRD Tulungagung periode 2014-2019

Sebelumnya, KPK mengusut kasus dugaan suap alokasi anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Jawa Timur periode 2014-2018 untuk Tulungagung. KPK sudah menetapkan sejumlah tersangka di kasus ini.

"KPK sedang melaksanakan penyidikan berupa pengumpulan alat bukti terkait dugaan suap pengalokasian anggaran Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Timur periode 2014-2018 untuk Kabupaten Tulungagung," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada wartawan, Selasa (28/6).

"Dalam penyidikan ini, KPK telah menetapkan beberapa pihak sebagai tersangka," ujarnya.

KPK segera mengumumkan nama-nama tersangka di kasus ini, termasuk konstruksi perkaranya.

"Namun nanti saat upaya paksa penangkapan maupun penahanan, KPK akan mengumumkan pihak-pihak mana saja yang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk konstruksi perkara dan pasal pidana yang disangkakan," ujar Ali.

(yld/yld)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT