ADVERTISEMENT

Pakar Hukum Minta Masyarakat Kawal Polri Presisi, Jangan Sampai Ternodai Oknum

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 15:38 WIB
Pakar Hukum Unsoed Purwokerto Prof Hibnu Nugroho.
Pakar Hukum Unsoed Purwokerto Prof Hibnu Nugroho Foto: dok. pribadi
Jakarta -

Guru Besar Hukum Pidana Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof Hibnu Nugroho menilai konsep Polri Presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah ke arah yang lebih baik. Dia meminta masyarakat ikut mengawal agar perbaikan yang dilakukan Polri tidak dinodai oleh oknum.

Hibnu menilai, kinerja Polri terkait pelayanan masyarakat saat ini sudah baik. Polisi bergerak cepat dan tanggap ketika ada persoalan terjadi di tengah masyarakat.

"Yang sudah dinilai baik itu pelayanan masyarakat. Artinya polisi hadir ketika masyarakat membutuhkan. Ini sudah mulai, artinya gerak cepat polisi tanggap terhadap suatu masalah," ujar Hibnu kepada wartawan, Selasa (5/7/2022).

"Contoh misalkan adanya berita viral-viral, itu langsung diselesaikan. Karena viral itu juga harus kita nilai positif, mungkin mampet di tengah, dengan konsep viral ini langsung ditanggapi. Nah bagaimana untuk tidak viral? Ya peningkatan profesionalisme dan kapabilitas yang harus selalu dikedepankan. Karena viral itu jalan yang dilalui masyarakat untuk diketahui, supaya tidak terjadi. Peningkatan profesionalisme, kapabilitas di lapangan sangat menentukan," sambungnya panjang lebar.

Hibnu menyatakan, untuk mewujudkan Polri yang Presisi, polisi sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat harus betul-betul diimplementasikan. Di mana masyarakat membutuhkan, harus cepat tanggap. Penyelesaian perkara juga tidak boleh tebang pilih.

"Polisi sebagai penegak hukum harus juga ekstra hati-hati, perkara ini masuk ranah yang suatu pidana atau bukan pidana, perkara ini bisa diselesaikan atau harus masuk penyidikan. Nah target perkara-perkara itu harus betul-betul transparansi, sehingga jangan sampai suatu penyelesaian perkara berlarut-larut dan menimbulkan yang sekarang ini kalau orang Jawa 'Hilang bebek, hilang kandang'. Jadi azas penyelesaian harus betul-betul dilaksanakan dengan konsep penegakan hukum," ucapnya.

"Presiden menginginkan polisi hadir dalam setiap permasalahan, sehingga apa yang diinginkan masyarakat sebagai bentuk pelindung penegak hukum itu tidak terkendala sedikit pun. Jadi kecepatan pelayanan itu menjadikan suatu yang diinginkan masyarakat. Presiden hadir dalam rangka mensupport, presiden hadir dalam rangka memberikan suatu apresiasi yang selama ini sudah mulai baik ke depannya harus menjadi lebih baik lagi," sambungnya.

Menurut Hibnu, penerapan konsep Presisi saat ini sudah ke arah yang lebih baik. Kinerja Polri dia nilai sudah cukup baik, mendekati Presisi.

"Sampai sekarang dengan konsep presisi mendekati, belum terwujud sekali. Karena kalau mendekati itu kan bisa angka 70-80, gitu lho," ujarnya.

Hibnu berharap Jenderal Sigit terus bekerja keras mewujudkan Polri yang presisi. Dia juga meminta masyarakat mendukung dan mengawal agar Polri sebagai institusi penegak hukum bisa makin lebih baik ke depan.

"Ternyata banyak juga masih profesionalisme di lapangan yang belum seperti yang disampaikan Pak Kapolri. Contoh penanganan kasus-kasus di wilayah. Kedua, kemarin terhadap kasus Brotoseno, nah ini juga saya kira kalau itu dievaluasi mendekati suatu presisi yang kita harapkan," ujar Hibnu

"Artinya konsep presisi ini juga harus dikawal masyarakat, masyarakat mengingatkan, jadi cita-cita yang baik jangan sampai ternodai dalam implementasi oleh oknum tertentu, karena apapun yang terjadi masalah oknum itu pasti ada," sambungnya.

Simak Video 'Jokowi ke Polri di Hari Bhayangkara: Bekerjalah dengan Hati-hati!':

[Gambas:Video 20detik]



(hri/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT