ADVERTISEMENT

Dubes Ukraina Minta RI Hati-hati soal Tawaran Putin: Itu Seperti Penyuapan

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 14:34 WIB
Bagaimana krisis politik yang dipicu oleh ujaran terhadap Nabi Muhammad di India menyeret nama Presiden Putin
Vladimir Putin (Foto: BBC World)
Jakarta -

Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin, mewanti-wanti Indonesia soal pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menawarkan bantuan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) hingga pengembangan energi nuklir saat bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Vasyl mengatakan ucapan Putin itu seperti penyuapan.

"Itu metode yang sangat umum dipakai Rusia sepanjang waktu. Tapi itu seperti penyuapan. Itu seperti mencoba membujuk bahwa Rusia masih hebat. Tapi Anda tahu tidak, masalahnya adalah Rusia tidak mampu memproduksi apa pun, kecuali mungkin gas," kata Vasyl dalam jumpa pers virtual, Selasa (5/7/2022).

Vasyl mengatakan Putin mencoba membuktikan bahwa Rusia lebih penting untuk Indonesia. Tak hanya itu, tawaran Putin juga dianggap sebagai pesan bahwa Rusia mempunyai peran penting dari negara lain di dunia untuk Indonesia.

"Mereka mencoba membuktikan mereka lebih penting untuk Indonesia dibanding Ukraina. Itu mencoba untuk membuktikan Rusia lebih penting untuk Indonesia dibanding seluruh dunia, dari Amerika Serikat, Eropa, Australia dan negara-negara lain seperti mendukung Ukraina sekarang," ujar Vasyl.

Vasyl juga menyoroti konferensi pers Putin saat bertemu Jokowi. Vasyl mengapresiasi misi Jokowi untuk mewujudkan perdamaian tapi Putin malah berbicara mengenai hubungan bilateral Indonesia dan Rusia.

"Seperti yang kamu bisa dengar ke konferensi pers Presiden Indonesia dan Rusia setelah Pak Jokowi berkunjung ke Moskow, kami melihat misi dari Presiden Indonesia jelas, itu tentang perdamaian, keamanan dan pembangunan. Sedangkan pihak Rusia mencoba menghindari dan tidak menyebutkan tentang perdamaian dan sebagainya dan mereka berkonsentrasi agenda bilateral," ujar Vasyl.

Sebelumnya, Putin menyampaikan pihaknya senang menyambut Jokowi. Putin lantas menyebut negaranya sudah membantu Indonesia sejak masa lalu, saat Indonesia masih baru berdiri. Kerja sama di antara keduanya bersifat saling menguntungkan. Pembicaraan tersebut juga terkait kerja sama.

"Pembicaraan hari ini dengan Bapak Joko Widodo digelar dalam suasana pembicaraan bisnis dan cukup substantif," kata Putin dilansir situs resmi Kepresidenan Rusia.

Hubungan dagang Rusia dan Indonesia disebutnya berkembang baik. Pada tahun lalu, hubungan dagang bilateral tumbuh 40% dan naik lebih dari 65% dalam lima bulan pertama di tahun ini. Hubungan perdagangan ini akan terus ditingkatkan. Kemudian, Putin mulai menyebut kerja sama untuk pengembangan nuklir di Indonesia.

"Banyak perusahaan kami, termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia. Ada ketertarikan untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional," kata Putin.

Selain itu, Putin menawarkan bantuan untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Rusia tertarik membantu pembangunan di sektor transportasi kereta.

"Pembicaraan hari ini dengan Bapak Joko Widodo digelar dalam suasana pembicaraan bisnis dan cukup substantif," kata Putin.

Rusia punya perusahaan negara bernama Russian Railways. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang infrastruktur dan pengoperasian kereta penumpang dan barang. Russian Railways bisa membangun transportasi kereta di IKN Nusantara di Kalimantan bagian timur.

"Kami memiliki banyak potensi kerjasama bisnis dalam pengembangan infrastruktur transportasi dan logistik. Misalnya, Russian Railways dapat mengambil bagian dalam mengimplementasikan inisiatif skala besar Indonesia untuk memindahkan ibu kota negara ke pulau Kalimantan," kata Putin.

Simak Video 'Putin Tertarik Garap Nuklir di RI-Bangun Infrastruktur KA di IKN':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT