ADVERTISEMENT

Fadli Zon Kritik Booster Jadi Syarat Mobilitas: Kenapa Mempersulit Rakyat?

Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 11:40 WIB
Fadli Zon di acara IPU ke 144 di Bali
Fadli Zon di acara IPU ke 144 di Bali (Rakha/detikcom)
Jakarta -

Pemerintah bakal memberlakukan vaksin booster sebagai syarat mobilitas masyarakat dari udara, darat, hingga laut, maksimal dua pekan lagi. Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon mengkritik rencana tersebut.

Dalam cuitan yang dibagikan kepada wartawan, Selasa (5/7/2022), Fadli Zon menyinggung kondisi pandemi saat ini. Menurutnya, di Eropa dan belahan dunia lain, tak ada lagi syarat memakai masker maupun vaksin booster.

"Seharusnya sudah di ujung pandemi, di Eropa, AS, dan benua lain hampir tak ada yang pakai masker, bahkan tak ditanya vaksin booster," kata Fadli Zon.

Fadli Zon mengaku heran jika kemudian mobilitas masyarakat di Indonesia dipersulit aturan booster. "Kenapa mempersulit mobilitas rakyat?" kata Fadli Zon.

Penjelasan Luhut

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan pemerintah bakal memberlakukan syarat vaksinasi booster untuk mobilitas masyarakat di ruang publik. Syarat itu bakal diterapkan maksimal dua minggu lagi.

Hal ini, kata Luhut, didasari hasil Rapat Terbatas Kabinet yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, nantinya kebijakan baru ini akan diatur melalui peraturan Satgas dan peraturan turunan lainnya.

"Pemerintah akan kembali menerapkan kebijakan insentif dan disinsentif dengan kembali mengubah dan memberlakukan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat mobilitas masyarakat ke area publik. Selain itu, pemerintah akan kembali menerapkan persyaratan vaksinasi booster sebagai syarat perjalanan baik udara, darat, maupun laut, yang akan dilakukan maksimal dua minggu lagi," ujar Luhut dalam keterangan tertulis.

Simak Video: Vaksin Booster Bakal Jadi Syarat Kegiatan-Perjalanan

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT