ADVERTISEMENT

Polemik ACT, Cak Imin: Donasi ke LazisNU Aja!

Gibran Maulana - detikNews
Selasa, 05 Jul 2022 10:26 WIB
Cak Imin (dok. Istimewa).
Cak Imin (dok. Istimewa)
Jakarta -

ACT (Aksi Cepat Tanggap) tengah menjadi kontroversi terkait pertanggungjawaban dana umat hasil donasi. Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengajak masyarakat berdonasi ke LazisNU saja.

Polemik terkait ACT muncul setelah majalah Tempo memuat laporan 'Kantong Bocor Dana Umat'. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku sudah menemukan indikasi penyimpangan dana ACT, polisi pun sudah melakukan penyelidikan.

"Untuk kasus ACT saya kira sebaiknya pihak-pihak berwenang harus segera mengusutnya. Biar tidak jadi kasak-kusuk saja di masyarakat. Kalau memang ada indikasi penyelewengan ya dijewer, tegakkan hukum yang setimpal," kata Cak Imin, sapaan Muhaimin, dalam keterangan tertulis, Selasa (5/7/2022).

Cak Imin menyebut penyelewengan dana umat merupakan dosa besar dan bisa berdampak sistemik. "Ingat lo, menyelewengkan dana umat itu dosa besar, apa pun dalihnya saya kira tidak bisa dibenarkan. Niat masyarakat kan sedekah, menyumbang untuk kemanusiaan, bukan untuk memperkaya manajemen," kata Cak Imin.

Cak Imin mengajak masyarakat tidak mudah termakan bujuk rayu lembaga-lembaga filantropi. Cak Imin kemudian mengajak masyarakat berdonasi ke LazisNU.

"Kalau saya ditanya misal mau menyalurkan donasi ke lembaga apa? Ya saya pasti mengarahkan ke LazisNU saja deh, ada BAZNas, dan LazisMU juga yang jelas track record-nya. Jadi saya imbau masyarakat jangan mudah percaya dulu sama lembaga-lembaga yang track record-nya belum jelas," kata Cak Imin.

Penjelasan ACT

Sejumlah tagar protes dan bernada satire kepada ACT bermunculan di media sosial setelah. Tagar itu mulai dari #AksiCepatTilep hingga #JanganPercayaACT.

Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) buka suara usai heboh #AksiCepatTilep seiring pemberitaan di majalah Tempo. ACT pun meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat.

"Permohonan maaf yang luar biasa sebesar-besarnya kepada masyarakat mungkin beberapa masyarakat kurang nyaman terhadap pemberitaan yang terjadi saat ini," kata Presiden ACT, Ibnu Khajar, dalam konferensi pers yang digelar di kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7).

Dia kemudian menjelaskan soal kelembagaan ACT. Dia menyebut ACT merupakan lembaga kemanusiaan yang terdaftar di Kementerian Sosial, bukan lembaga amil zakat.

"ACT adalah NGO yang sudah berkiprah di 47 lebih negara supaya ini menjadi kebanggaan bangsa ini. Memiliki entitas sumber daya mewakili bangsa ini mendistribusikan bantuan ke banyak negara. Aksi Cepat Tanggap menjadi penyalur bantuan kebaikan dermawan, sebagai lembaga kemanusiaan yang dipercayai masyarakat melalui program kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, ekonomi dan juga emergency. Ini perlu kami sampaikan di awal," ujarnya.

Simak Video: Heboh ACT soal Pengelolaan Dana hingga 'Dipaksa' Buka Suara

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT