ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

BEM Pesantren se-RI: Terima Kasih Polri Telah Terbuka dengan Mahasiswa

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 17:42 WIB
Ilustrasi Mabes Polri
Foto: Gedung Mabes Polri (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Ketua Umum BEM Pesantren se-RI, M Naqib Abdullah atau Gus Naqib, menyebut Polri saat ini terbuka dengan mahasiswa. Gus Naqib mengatakan Polri telah mengundang organisasi lintas agama untuk menekankan perbedaan adalah penguat bangsa.

"Yang pertama, ucapan terima kasih saya pada Polri telah terbuka dengan mahasiswa saat ini. Apalagi kemarin mengundang beberapa lintas agama untuk saling menguatkan," kata Gus Naqib saat mengomentari Hari Bhayangkara ke-76 kepada wartawan, Minggu (3/7/2022) malam.

"Bahwasanya perbedaan di antara kita ini bukan perusak, tapi bisa dimanfaatkan menjadi penguat kita di antara perbedaan-perbedaan. Baik perbedaan agama, ras, suku, budaya dan bangsa," imbuh dia.

"Karena dari lintas agama, dengan perbedaan inilah kita bisa menjadi beragam, dan lebih kuat untuk ke depannya," ujar Gus Naqib.

Gus Naqib menyebut dirinya merasa Polri saat ini sudah Presisi. Sebagai mahasiswa, dia menilai Polri kini lebih responsif menanggapi kritik dan saran.

"Saat ini sudah semakin terbuka dengan mahasiswa dan masyarakat, yang mana sesuai dengan visi misi Bapak Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Presisi itu sudah benar-benar terlaksana," tutur Gus Naqib.

"Menurut saya saat ini Polri sudah cukup menunjukkan Presisi-nya, prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan. Soal responsibilitas, karena setiap ada apa-apa yang saya sampaikan pada Polri, saat ini pasti ditanggapi dengan baik," sambung dia.

Terakhir, BEM Mahasantri berharap Polri semakin mendengar suara masyarakat tanpa memandang bulu.

"Dalam setiap keputusan atau setiap proses hukum di negeri ini pasti ada yang namanya pihak yang merasa tidak diadilkan. Saya harap nantinya masyarakat baik dari atas maupun bawah sekarang ini semuanya didengarkan Polri. Tidak ada perbedaan antara ini wakil rakyat, ini masyarakat biasa, itu sama rata," pungkas Gus Naqib.

(aud/fjp)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT