Geolog: Aktivitas Merapi Memang Sangat Fluktuatif
Rabu, 14 Jun 2006 17:04 WIB
Jakarta - Kemarin tenang, sekarang garang. Itulah Gunung Merapi. Setelah ditetapkan berstatus 'Siaga' pada Selasa (13/6/2006), sehari kemudian Rabu (14/6/2006) Merapi kembali dinyatakan 'Awas'.Menurut ahli geologi, perubahan status yang hanya berumur sehari ini wajar, karena Merapi memang sangat fluktuatif."Perilaku Merapi sangat fluktuatif, sangat berubah-ubah. Karena itu, perubahan status dari Siaga menjadi Awas lagi, saya kira wajar saja," kata Dr Dwikorita Karnawati, geolog dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta saat dihubungi detikcom, Rabu (14/6/2006).Perilaku Merapi memang sulit ditebak, berbeda dengan gunung-gunung lainnya. Ini terkait dengan setting geologi Merapi yang khas, begitu juga dengan setting tektoniknya. Sangat sulit untuk memperkirakan aktivitas Merapi, meski ada alat-alat pendeteksi yang canggih."Kalau kemarin sudah menurun, sekarang naik lagi, saya kira itu memang bisa terjadi. Dan ini sangat sulit untuk dideteksi," ujar ilmuwan yang sering disapa Rita ini.Menurut Rita, bila saat ini Merapi kembali mengeluarkan awan panas yang lebih besar, maka Merapi belum mencapai puncaknya saat melelehkan awan panasnya beberapa hari. Data yang beredar, luncuran awan panas Merapi yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB ini sudah mengalir ke lereng Merapi dengan jarak lebih dari 6 km. Ini luncuran paling besar dibanding hari-hari sebelumnya.Rita berpendapat letusan Merapi memang berbeda dengan letusan gunung lainnya, termasuk Krakatau. "Letusan Krakatau vertikal. Setelah itu energinya langsung habis dan cenderung menurun. Sementara Merapi bersifat meleleh. Jadi, energi dilepaskan sedikit demi sedikit, sehingga letusan tidak dahsyat," ujar dia.Lelehan Merapi yang berlangsung tidak sekaligus ini membuat prediksi aktivitas Merapi cukup sulit. Namun, tren yang ada, begitu Merapi mengeluarkan awan panas yang besar, maka lambat laun aktivitasnya juga akan semakin kecil.Rita malah angkat topi terhadap para geolog yang bekerja di Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) yang cukup cepat mengambil keputusan."Sama saat menetapkan status awas dari siaga sebelumnya, BPPTK juga cukup cepat. Penetapan status ini kan sulit. Dan BPPTK memang sudah sangat berpengalaman," ujar dia.
(asy/)











































