RSUD dr Soerkardjo Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terjebak masalah keuangan, bahkan terancam bangkrut. Kegiatan operasional dan perbaikan sarana prasarana kerap terbentur anggaran yang kosong.
"Saat ini operasional RSUD sudah kelimpungan. Banyak rencana perbaikan tak bisa dilakukan karena tidak ada anggaran. Banyak alkes maupun sarana pendukung harus diganti, tidak bisa dilakukan," kata Dewan Pengawas RSUD dr Soerkardjo Kota Tasikmalaya Undang Sudrajat, seperti dilansir dari detikJabar, Senin (4/7/2022).
Dia menjelaskan salah satu masalah yang membuat kondisi keuangan RSUD dr Soerkardjo Kota Tasikmalaya terganggu adalah piutang yang belum dibayarkan oleh dua pemerintah daerah, yaitu Pemkot Tasikmalaya dan Pemkab Tasikmalaya. Nilainya mencapai kisaran Rp 20 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Utang Pemkot Tasikmalaya ke RSUD dr Soekardjo terus membengkak. Sampai akhir Juni 2022 mencapai Rp 15 miliar lebih. Sedangkan utang Pemkab Tasikmalaya sudah mencapai Rp 4,6 miliar. Sehingga total utang dua daerah itu ke RSUD Soekardjo mencapai Rp 20 miliar," kata Undang.
Ironisnya sampai saat ini, kata Undang, belum diperoleh kepastian kapan utang itu akan dibayar.
"Belum ada kepastian. Kondisi tersebut menyebabkan operasional RSUD dr Soekardjo kelimpungan," ujar Undang.
Baca selengkapnya di sini
Simak juga Video: Melihat Proyek RSUD Tanjung Balai yang Mangkrak Gegara Dikorupsi