ADVERTISEMENT

Polri Kawal Pemulangan 46 WNI Gagal Haji Gegara Visa Tak Resmi

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 13:01 WIB
Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo
Irjen Dedi Prasetyo (Foto: Dok. Polri)
Jakarta -

Sebanyak 46 calon jemaah haji dipulangkan ke Indonesia karena menggunakan visa tidak resmi. Polri mengatakan pihaknya mengawal pemulangan para WNI tersebut.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya dinamakan Satgas Haji. Ke-46 WNI itu diketahui terdampar di Jeddah, Arab Saudi.

"Ada petugas keamanan di Satgas Haji (yang mengawal)," kata Dedi kepada wartawan, Senin (4/7/2022).

Dedi mengatakan pihak TNI juga turut mengawal pemulangan ini. Polri dan TNI akan membantu permasalahan keamanan serta hukum yang dialami para WNI di sana.

"Ya betul (Satgas Haji itu dari Polri), juga dari TNI juga ada semua untuk membantu permasalahan-permasalahan keamanan dan hukum yang dialami para jemaah di sana," katanya.

46 Calon Jemaah Haji Dipulangkan

Sebelumnya, Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Hilman Latief mengatakan sebanyak 46 calon haji furoda yang menggunakan visa tidak resmi dipulangkan ke Tanah Air. Ke-46 calon haji itu sebelumnya sempat terdampar di Jeddah.

Hilman mengatakan 46 orang tersebut sudah mengenakan pakaian ihram tapi tidak melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), agen travel yang biasa memberangkatkan jemaah haji khusus.

"Dokumen juga tidak seperti disyaratkan Pemerintah Arab Saudi. Tentu saja karena tidak gunakan PIHK yang resmi maka mereka tidak lapor, ini sayang sekali," kata Hilman di Mekkah, dilansir dari Antara, Minggu (3/7).

Hilman mengingatkan masyarakat memilih perusahaan yang memberangkatkan jemaah haji harus terdaftar secara resmi.

"Kalau ada apa-apa kami bisa menegur perusahaan tersebut, kalau seperti ini kami tidak bisa apa-apa," ujar Hilman.

Terkait tindak lanjut terhadap perusahaan travel yang memberangkatkan 46 calon haji tersebut, Hilman mengaku masih mengkonsultasikan dengan berbagai pihak, terutama ada pengaduan dari jemaahnya.

"Nanti akan kita tindak lanjuti," kata Hilman Latief.

(azh/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT