ADVERTISEMENT

ACT Akan Buka-bukaan soal #JanganPercayaACT dan #AksiCepatTilep Sore Ini

Karin Nur Secha - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 12:26 WIB
Logo ACT
Foto: Logo ACT (Dok ACT)
Jakarta -

Pihak Aksi Cepat Tanggap (ACT) akan buka suara perihal tagar 'aksi cepat tilep' yang ramai di media sosial. Pihak ACT berencana menggelar jumpa pers sore nanti.

"Nanti kami ada prescon (press conference) pukul 16.00 WIB atau sekitar pukul 17.00 WIB," ujar Head of Media & Public Relations ACT, Clara, saat ditemui di kantornya, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).

Clara mengatakan saat ini pihak ACT masih melakukan meeting internal untuk membahas isu yang kini disorot para netizen.

"Masih meeting di atas. Alhamdulillah sudah ada keputusan. Nanti lengkapnya saat prescon sore nanti ya. Karena saya sendiri belum berani bicara banyak," jelas Clara.

Clara menjelaskan nantinya jumpa pers akan diadakan di kantor pusat ACT. Diberitakan sebelumnya, tagar-tagar berkaitan dengan ACT ini bermunculan setelah majalah Tempo mengeluarkan laporan utama berjudul 'Kantong Bocor Dana Umat'.

Sebelum ramai tagar #AksiCepatTilep, pada Minggu (3/7) semalam, ramai #JanganPercayaACT. Saat dimintai konfirmasi mengenai keriuhan berbentuk tagar di media sosial tersebut, manajemen ACT mengatakan sedang membahas langkah terbaik berkaitan dengan pemberitaan majalah Tempo.

"Saat ini manajemen ACT sedang membahas dan mempersiapkan penanganan terbaik terkait pemberitaan media (Tempo)," ujar Head of Public Relation ACT, Clara, kepada detikcom tadi pagi.

Clara meminta doa agar ACT bisa mengatasi masalah tersebut. Dia juga turut menyinggung perihal ujian di tengah tahun politik.

"Mohon doa tulus teman-teman sekalian agar kami dapat senantiasa mengelola amanah secara profesional, di tengah banyaknya ujian yang sedang dihadapi lembaga di tahun-tahun politik saat ini," ucapnya.

Selain itu, dia memastikan bahwa saat ini ACT masih bekerja. Dia menyebut ACT masih menyalurkan amanah donasi di 34 provinsi di Indonesia.

"Sampai saat ini bersama teman-teman, kami bisa menunaikan amanah yang menjangkau 34 provinsi, dan 47 negara dengan lebih dari 59 juta penerima manfaat," katanya.

Lihat juga Video: Kasih Ibu yang Tiada Bertepi

[Gambas:Video 20detik]



(aud/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT