Anggota FPDIP DPRD Bengkalis Tersandung Ijazah Palsu
Rabu, 14 Jun 2006 15:51 WIB
Pekanbaru -
Polda Riau tengah menangani kasus dugaan ijazah palsu anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, Parlindungan Siringo-ringo. Pemeriksaan ini setelah dikeluarkannya izin pemeriksaan oleh Gubernur Riau Rusli Zainal. Pemeriksaan terhadap Parlindungan, angota Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) ini dibenarkan Kabid Humas Polda Riau AKBP Zukifli saat dihubungi detikcom, Rabu (15/6/2006) di Pekanbaru. Menurut dia, surat izin pemeriksaan dikeluarkan Gubernur Riau 31 Mei 2006 lalu. "Pemeriksaan terhadap anggota dewan itu ditangani Polres Bengkalis. Untuk mengetahui status anggota dewan tersebut sebaiknya konfirmasi langsung ke Polres," saran Zulkifli. Kasat Reskrim AKP Polres Bengkalis AKP Wawan saat dihubungi, tidak bersedia menjelaskan kasus ini. Bahkan, dia meminta kasus ini tidak diberitakan terlebih dulu. Tapi, menurut dia, saat ini status Parlindungan masih sebagai saksi. Wawan menyebut, pihaknya baru akan bersedia membeberkan kasus ini bila sudah ada peningkatan status dari saksi menjadi tersangka. "Saya bukan tidak mau menjelaskan, tapi saat ini belum waktunya. Nanti kalau sudah kita tetapkan sebagai tersangka, saya akan ekspos di media," ujar dia. Kasus dugaan kepemilikian ijazah palsu Parlindungan ini merupakan hasil laporan SPSI di Kecamatan Mandau, Bengkalis ke Polda Riau. Dalam laporan ke pihak kepolisian itu, disebutkan, Parlindungan dalam memenuhi persyaratan sebagai anggota dewan tahun 2003 lalu, menggunakan ijazah palsu setingkat SMA. Ijazah SMA yang dikantongi Parlindungan itu dikeluarkan pada tahun 1985 silam, atas nama SMA Yayasan Baginda Mulai, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut. Belakangan diketahui, yayasan tersebut, sejak dahulu tidak pernah membuka sekolah SMA. Yang ada hanyalah SMP dan SMEA. Hal ini memperkuat adanya keterangan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baginda Mulai, J Gultom pada tahun 2004. Dalam nomor surat klarifikasi yang dikeluarkan pihak yayasan, No 102/Ist/YMB/2004, menyebutkan pihak yayasan tidak pernah membuka sekolah SMA.
(asy/)










































