Anik Habisi 3 Anaknya Diduga karena Faktor Ekonomi

Anik Habisi 3 Anaknya Diduga karena Faktor Ekonomi

- detikNews
Rabu, 14 Jun 2006 15:00 WIB
Bandung - Anik Koriah (31), sarjana Planologi ITB, diduga membunuh anaknya karena tekanan ekonomi. Kehidupannya yang kurang makmur membuatnya depresi, sehingga memicunya untuk menghabisi 3 anak kandungnya.Dugaan itu disampaikan Abu Syauqi, teman dekat Iman Abdullah, suami Anik. Abu Syauqi adalah seorang amir zakat dan sering berhubungan dengan Iman. Abu Syauqi juga sering memberikan ceramah keagamaan.Abu Syauqi menuturkan, keluarga Iman-Anik tengah dililit masalah ekonomi yang cukup berat. Ketika anak-anaknya sakit, beli obat pun tak bisa."Beli makanan juga susah," kata Abu kepada detikcom lewat telepon, Rabu (14/6/2006).Pada Kamis 8 Juni pagi hari, Iman sempat ke kantor Abu Syauqi. Tujuannya untuk meminjam uang untuk membeli obat salah satu anaknya yang sedang sakit.Anak yang sakit itu diperkirakan adalah Umar, anak bungsu yang belum genap berusia setahun.Abu Syauqi juga menyangkal aneka dugaan yang berkembang di masyarakat bahwa Anik nekat menghabisi buah hatinya karena sang suami ringan tangan atau pun Anik memiliki keyakinan bahwa anak yang meninggal sebelum akil balig akan menggeret orangtuanya ke surga. "Tidak ada itu," tepisnya.Iman sendiri tercatat juga sebagai alumni ITB. Dia aktif sebagai pengurus Masjid Salman ITB. Namun pekerjaannya ini tidak menghasilkan banyak uang. "Ini adalah pengabdian," kata Iman seperti dikutip Syauqi. Sementara, Iman melarang istrinya bekerja.Keluarga Iman-Anik mengontrak rumah tipe 45 di Jalan Margahayu Barat U-2 No 124 Margacinta Kota, Bandung. Menurut para tetangga, harga kontrak rumah di kawasan itu adalah Rp 4-5 juta/tahun. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads