ADVERTISEMENT

Pimpinan Komisi VIII DPR Soroti Fasilitas Jemaah Haji di Arafah

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Minggu, 03 Jul 2022 13:49 WIB
MECCA, SAUDI ARABIA - JUNE 29: Hundreds of thousands of prospective Hajj pilgrims circumambulate the Kaaba with praying on June 29, 2022 in Mecca, Saudi Arabia. The pilgrimage, which could not be made for two years due to the Covid-19 pandemic, continues with the arrival of Muslims to the Kaaba, after easing the restrictions. (Photo by Ashraf Amra/Anadolu Agency via Getty Images)
Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency
Jakarta -

Komisi VIII DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Arab Saudi untuk mengecek lokasi Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Komisi yang membidangi urusan agama itu meminta Kementerian Agama (Kemenag) mengawal persiapan jemaah Indonesia menjalani puncak haji pekan depan.

"Kami berharap Kemenag sebagai penyelenggara ibadah haji Indonesia mengkomunikasikan kepada Muassasah agar mempersiapkan secara maksimal fasilitas bagi jemaah haji Indonesia," kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR Diah Pitaloka kepada wartawan, Minggu (3/7/2022).

Diah mengaku sudah mengecek tenda bagi jemaah haji Indonesia di Arafah. Diah menemukan masih kurang memadainya fasilitas bagi jemaah Indonesia, di antaranya saluran air yang belum terpasang, dapur yang belum jadi, hingga kasur bagi jemaah yang ukurannya sangat kecil.

"Padahal biaya Masyair tahun ini naik. Tapi saya tidak melihat adanya peningkatan fasilitas bagi jemaah haji yang signifikan di Armuzna," tuturnya.

"Misalnya tidak ada penambahan toilet. Kasur yang terlalu kecil. Fasilitas tenda sebatas adanya AC baru," imbuh dia.

Diah mendorong Kemenag mengkomunikasikan kepada panitia haji Arab Saudi agar meningkatkan fasilitas bagi jemaah haji Indonesia. Untuk diketahui, calon jemaah haji akan menjalani wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah yang akan jatuh pada Jumat (8/7) mendatang.

Dia menyoroti biaya masyair yang meningkat tetapi tak diikuti dengan peningkatan fasilitas. Menurutnya, hal itu tak sesuai dengan yang dijanjikan.

"Karena walaupun ada tambahan biaya Masyair ternyata fasilitasnya tidak ada perbaikan atau penambahan, tidak sesuai dengan yang dijanjikan. Hanya AC yang menjadi tambahan," ujar Diah.

"Diharapkan dengan sisa waktu yang ada, Kemenag bisa mengkomunikasikan persiapan fasilitas di Arafah dan Mina untuk memaksimalkan fasilitas yang bisa digunakan jemaah haji Indonesia," imbuh legislator dari Dapil Jawa Barat itu.

Diah mendorong persiapan haji dikawal sebaik mungkin. Dia berharap saat puncak haji pekan depan, semua fasilitas yang dibutuhkan jemaah haji sudah siap.

"Persiapannya harus dikawal sebaik mungkin dalam menghadapi haji akbar tanggal 8. Seminggu ini harus dikawal dan diawasi Kemenag," kata Diah.

(fca/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT