ADVERTISEMENT

Wahana Pendidikan di Bantar Gebang Kini Tergusur dari Lautan Sampah

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 03 Jul 2022 12:37 WIB
Jakarta -

Sudah bertahun-tahun wilayah Bantar Gebang dikenal sebagai pusat TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) dengan banyaknya masyarakat yang bermata pencaharian sebagai pemulung. Namun siapa sangka, di tengah-tengah tumpukan sampah dan bau anyir, hadir sebuah komunitas sosial yang siap menebar beragam manfaat untuk anak-anak yang tinggal di Bantar Gebang.

Resa Boenard, pendiri The Kingdom of Bantar Gebang Biji (BGBJ), telah menyadari betapa mirisnya kondisi pendidikan anak-anak Bantar Gebang. Hidup dan tinggal di sana sejak kecil, kasus pernikahan dini yang membuat anak-anak memilih putus sekolah bukanlah cerita baru baginya.

"Ada yang anak-anak yang 13 tahun, atau 14 tahun sudah menikah. Terus berapa bulan menikah, terus menjanda. Akhirnya sudah merasa hidupnya tidak berguna lagi," ujar Resa Boenard saat ditemui tim detikcom untuk program Sosok (3/7/2022).

Berangkat dari masalah itu, Resa mendirikan BGBJ sebagai komunitas yang memberikan solusi dari beragam masalah sosial yang ada dan mengakar dalam masyarakat Bantar Gebang. Ia meyakini pendidikan adalah kunci bagi warga untuk lepas dari jerat kemiskinan.

"Jadi aku selalu bilang sama adik-adik, bahwa untuk memutus mata rantai kemiskinan itu dengan pendidikan," ucap Resa.

Kehadiran BGBJ yang fokus untuk memberikan pelayanan pendidikan layak bagi generasi muda Bantar Gebang, menciptakan kesan yang baik di mata anak didik serta para orang tua.

"Ternyata asik. Banyak teman, banyak pengalaman juga, kenal anak-anak baru," ungkap Aulia, salah satu anak didik BGBJ.

Selain sukarela memberikan pelayanan pendidikan, melalui BGBJ Resa membantu meringankan beban kehidupan masyarakat dengan melengkapi kebutuhan pangan untuk para keluarga anak didiknya.

"Ya mau gimana Kak, kita di sini juga kan dikasih snack dan sembako gitu. Mama perlu itu. Aku juga perlu pendidikan juga di sini," lanjut Aulia.

Rencana tersembunyi Resa setelah penggusuran, halaman berikutnya.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT