ADVERTISEMENT

Kenalkan Resa Boenard 'Princess' Bantar Gebang, Bangun Istana Ilmu di Bukit Sampah

Nada Celesta - detikNews
Minggu, 03 Jul 2022 06:56 WIB

Kelompok belajar di BGBJ terdiri dari kelas calistung, bahasa Inggris, kelas motivasi, musik, dan workshop recycle. Kelas motivasi menjadi program utama Resa. Alasannya, banyak anak-anak Bantar Gebang yang tidak percaya diri dengan latar belakang mereka.

"Segitu beratnya label anak-anak Bantar Gebang membuat anak-anak ini merasa mereka itu nggak punya arti apa-apa karena mereka 'anak sampah'," tuturnya.

Usaha Resa tak sia-sia. Ia melihat sendiri bagaimana anak-anak didiknya memupuk kepercayaan diri lewat berbagai program di BGBJ.

"Sekarang perubahannya aku lihat anak-anak di Bantar Gebang ini, di BGBJ mereka mulai percaya diri. Dulu kalau misalnya ada Kongres Anak atau acara apapun itu berhubungan dengan anak-anak, mereka dibawa ke Jakarta atau ke tempat yang lain itu mereka selalu memisahkan diri di pojokan. Minder karena mereka dari Bantar Gebang," jelas Resa.

Salah satu anak didik Resa, Dida, memberi pernyataan senada. Anak laki-laki yang bercita-cita menjadi dokter itu senang. Berkat BGBJ, ia mendapat ilmu dan teman-teman baru. Tidak hanya itu, ia mampu melihat sisi positif dari dalam dirinya. Hasilnya, Dida menjadi lebih percaya diri.

"Kata Kak Resa, jangan malu kalau tinggal di Bantar Gebang, karena walaupun orang tua kita pemulung tapi kan mereka orang tua kita. Kita bisa tetap hidup sampai saat ini," tutur Dida.

Resa tak memungut biaya pada anak-anak Bantar Gebang yang ingin belajar di BGBJ. Ia malah banyak menyalurkan bantuan pokok pada keluarga anak-anak didiknya. Baginya, melihat anak-anak Bantar Gebang termotivasi dan sadar pendidikan sudah menjadi imbalan yang besar.

"Fokus aku itu lebih ke bagaimana untuk memotivasi anak-anak di pembuangan sampah, karena aku merasa sebagai salah satu anak yang dibesarkan di Bantar Gebang. Zaman aku dulu tidak ada yang memotivasiku, tidak ada orang-orang dari luar negeri untuk ajari aku bahasa Inggris di Bantar Gebang. Kalau sekarang kan adik-adik ini sebelum pandemi itu tiap hari kita punya orang asing untuk ajari mereka berbahasa Inggris," jelas Resa.

Istana yang tergusur, halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT