Pengungsi Korban Lumpur Panas Keluhkan Minimnya MCK

Pengungsi Korban Lumpur Panas Keluhkan Minimnya MCK

- detikNews
Rabu, 14 Jun 2006 12:11 WIB
Sidoarjo - Para pengungsi korban lumpur panas PT Lapindo Brantas mengeluhkan minimnya fasilitas MCK (mandi cuci kakus) di lokasi pengungsian. Untuk 989 pengungsi, hanya ada 4 MCK.Kondisi tersebut dialami oleh para korban lumpur panas yang mengungsi di Pasar Baru Porong, Sidoarjo. Kondisi tersebut menyebabkan mereka harus antre berjam-jam hanya sekadar untuk mandi. Apalagi untuk buang air atau mencuci. "Kami mohon kondisi ini diperhatikan. Kalau begini terus, kesehatan kami, khususnya anak-anak, tentu akan terganggu," kata Ny Mustofa, warga RT 8 RW 3, Kelurahan Jatirejo, kepada detikcom di lokasi pengungsian, Rabu (14/6/2006).Selain masalah MCK, mereka juga mengeluhkan jatah makanan dari Pemkab Sidoarjo. Menurut mereka, sehari mereka hanya mendapat 2 kali jatah makan. Itu pun dengan lauk pauk yang sama terus, telur dan mie."Sudah gitu sering telat. Makan pagi dibagikan jam 11.00 WIB, selanjutnya ada lagi jam 20.00 WIB. Kita juga bosen karena lauknya nggak ganti-ganti. Ditambah lagi nasinya suka masih mentah," keluh Ny Mustofa.Para pengungsi juga mempersoalkan pemberian bantuan yang tidak merata untuk setiap RT-nya. Misalnya untuk warga RT ini mendapat sabun, mie, dan ember, sementara RT lainnya tidak."Kalau saya boleh usul, mendingan kita diberikan bantuan Rp 10 ribu per hari untuk makan. Kita kan bisa memasak makanan sesuai dengan selera kita," kata Ny Murfida, warga RT 8 yang lainnya. (djo/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait