ADVERTISEMENT

Restorative Justice, Kejagung Setop Kasus Pria Curi Setir Mobil di Bali

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 19:08 WIB
Ilustrasi Pencurian Mobil
Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Seorang pria bernama I Made Ridyawan (49) diduga terlibat kasus pencurian satu setir mobil Toyota Hardtop di Bali. Kejaksaan Agung (Kejagung) menerapkan restorative justice karena Ridyawan beralasan mencuri untuk memenuhi kebutuhan anaknya.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan pencurian itu terjadi di parkiran karyawan salah satu bank di Bali, pukul 11.00 Wita, Kamis (14/4/2022). Korban saat itu mengaku rugi Rp 4 juta.

"Setelah setir mobil tersebut diambil, I Made Ridyawan menjualnya untuk membeli kebutuhan anak-anaknya," kata Sumedana dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/7/2022).

Ridyawan dilaporkan ke pihak yang berwajib dan ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Saat mengetahui latar belakang atau motif pencurian itu, Kajari Denpasar Yuliana Sagala mengaku prihatin.

Pada Rabu (22/6), Kejari Denpasar mengupayakan mediasi di antara kedua pihak. Akhirnya Ridyawan meminta maaf serta mengembalikan satu unit setir mobil tersebut kepada korban.

"Mendengar dan memahami kondisi tersangka, saksi korban I Dewa Ayu Mas Widhiantari memaafkan perbuatan tersangka dan sepakat untuk tidak melanjutkan permasalahan ini ke persidangan," katanya.

Yuliana mengajukan permohonan agar perkara ini kepada Kajati Bali Ade Sutiawarman untuk menghentikan perkaranya. Ridyawan bebas tanpa syarat.

Alasan lain penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan, yaitu:

1. Telah dilaksanakan proses perdamaian di mana tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan permohonan maaf.
2. Tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana.
3. Tindak pidana hanya diancam dengan pidana denda atau diancam dengan pidana penjara tidak lebih dari 5 tahun.
4. Tersangka adalah tulang punggung keluarga dengan anak-anak yang masih bersekolah.
5. Saksi korban menginginkan proses hukum tidak dilanjutkan karena sudah ada perdamaian dan tersangka sudah mengembalikan satu buah setir mobil Toyota Hardtop kepada saksi korban.

Kajari Denpasar diperintahkan menerbitkan surat ketetapan penghentian penuntutan (SKP2) berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran Jampidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022.

Simak juga 'Jaksa Agung Sebut Restorative Justice Baru Menyasar Masyarakat Kecil':

[Gambas:Video 20detik]



(azh/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT