ADVERTISEMENT

Partai NasDem Dukung Utusan Golongan Kembali Masuk MPR RI

Hanifa Widyas - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 16:01 WIB
Bamsoet dan Surya Paloh
Foto: MPR
Jakarta -

Bamsoet ungkap Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh dukung penuh pernyataan mengenai keanggotaan MPR yang tidak hanya terdiri dari DPR dan DPD saja. Agar bisa kembali memiliki wakil di MPR RI, lanjutnya, Utusan Golongan yang sebelum amandemen UUD 1945 masuk dalam MPR RI perlu dipertimbangkan.

"Sebelum amandemen keempat, keanggotaan MPR RI terdiri dari anggota DPR, Utusan Daerah, dan Utusan Golongan. Setelah amandemen keempat, keanggotaan MPR RI hanya terdiri dari anggota DPR sebagai representasi partai politik, dan anggota DPD sebagai representasi kepentingan daerah. Sedangkan Utusan Golongan dihapuskan," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2022).

Usai memimpin Silaturahmi Kebangsaan Pimpinan MPR RI dengan pengurus pusat Partai NasDem, di NasDem Tower, Jakarta, pada Jumat (1/7), Bamsoet menjelaskan usulan mengenai MPR kembali mengakomodir Utusan Golongan tidak hanya datang dari Ketum NasDem saja.

Aspirasi serupa pernah disampaikan pada akhir tahun 2019 oleh PP Muhammadiyah, PBNU, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia, dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia serta berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya. Aspirasi tersebut disampaikan kepada pimpinan MPR saat melakukan kunjungan silaturahmi kebangsaan ke para tokoh bangsa.

"Kehadiran kembali Utusan Golongan dinilai akan menjadikan MPR RI sebagai lembaga perwakilan yang inklusif, yang mengikutsertakan seluruh unsur dan elemen dalam masyarakat Indonesia. Kehadiran Utusan Golongan juga membuat kepentingan masyarakat yang tidak terwakili oleh partai politik dan daerah, bisa terakomodir. Termasuk golongan yang karena aturan undang-undang, hak pilih dan/atau hak dipilihnya ditiadakan," urai Bamsoet.

Ia menambahkan wacana menghadirkan kembali Utusan Golongan sebagai anggota MPR RI merupakan wacana menarik yang perlu dielaborasi lebih jauh. Baik yang pro maupun kontra bisa menyampaikan argumentasinya. Oleh sebab itu, ruang dialektikanya harus dibuka lebar, tidak boleh ditutup apalagi buru-buru disangkal.

"Untuk itu, Bang Surya Paloh juga mengusulkan agar MPR RI melalui Badan Pengkajian dan Komisi Kajian Ketatanegaraan MPR, mengkaji kembali secara menyeluruh amandemen UUD 1945 yang telah dilakukan sebanyak empat kali. Apakah amandemen tersebut sudah sejalan dengan apa yang menjadi semangat hasrat dan keinginan para pendiri bangsa. MPR RI akan mempelajari lebih lanjut usulan tersebut," pungkas Bamsoet.

Pimpinan MPR RI yang hadir antara lain, Lestari Moerdijat, Jazilul Fawaid, Syarif Hasan, dan Hidayat Nur Wahid. Sementara pengurus NasDem yang hadir antara lain, Ketua Umum Surya Paloh, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Enggartiasto Lukita, dan Maxi Gunawan, Sekjen Johnny G Plate, Ketua Fraksi NasDem DPR RI Roberth Rouw, serta Ketua DPP Amelia Anggraini dan Syarif Alkadrie.

Simak juga 'Usung Anies Jadi Bacapres, NasDem Disebut Jadi Magnet Parpol Lain':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT