ADVERTISEMENT

IPW Nilai Kapolri Serius Berbenah

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 10:27 WIB
(kiri ke kanan)  Pemohon Pengajuan UU Tax Amnesty Abdul Qodir Jaelani, Advokat Yayasan Satu Keadlian Sugeng Teguh Santoso, Ketua Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia Marlon Sitompul, dam Pengacara Pilipus Tarigan melakukan menggelar konfrensi pers di Jakarta, Minggu (10/07/2016). Diskusi ini membahas tentang akan adanya pengajuan sidang peninjauan UU Tax Amnesty yang menurut mereka cacat hukum. Grandyos Zafna/detikcom
Ketua Indonesia Police Watch Sugeng Teguh Santoso (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai saat ini Polri benar-benar dalam tahap pembenahan. Sugeng melihat keseriusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait hal itu.

"Pimpinan Polri saat ini, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, sangat serius membenahi institusi Polri melalui program Polri Presisi untuk melanjutkan estafet reformasi Polri," kata Sugeng dalam keterangan tertulis kepada wartawan di momen Hari Bhayangkara ke-76, Jumat (1/7/2022).

Menurut Sugeng, Sigit telah berjanji akan membawa Polri menjadi lebih adil, jujur, tak antikritik, juga transparan. "Janjinya, membawa Polri ke depan menjadi Polri yang adil, Polri yang jujur, Polri yang siap untuk dikritik dan Polri yang transparan," imbuh Sugeng.

Sugeng juga menyinggung perbaikan dan kinerja Polri yang kini mengedepankan humanisme. Kemudian, Sugeng menyebut dua hal yang tak kalah penting menjadi tonggak untuk menjadikan kinerja Polri semakin terlihat, yakni pelayanan dan penanganan aduan masyarakat.

"Oleh karena itu, perbaikan dan penguatan kinerja Polri terus dilakukan untuk meningkatkan citra Polri melalui aparatnya yang profesional, proporsional, dan humanis," jelas dia.

"Pelayanan masyarakat dan pengaduan masyarakat menjadi tonggak untuk meningkatkan kinerja Polri," sambung Sugeng.

Dia menerangkan penilaian atas pelayanan dan penanganan aduan memudahkan Sigit untuk melakukan evaluasi internal. Dia melihat saat ini pimpinan-pimpinan di jajaran kewilayahan Polri telah merespons cepat hal-hal perilaku-perilaku oknum yang disorot masyarakat.

"Kapolri tidak segan-segan untuk mencopot jabatan pimpinan. Apalagi kalau pelanggaran yang dilakukan oleh anggota Polri sudah viral di medsos, maka pimpinan di kewilayahan dengan cepat mengatasinya melalui sidang disiplin dan Kode Etik Profesi Polri (KEPP)," ungkap Sugeng.

Jumlah Polisi yang Dipecat Naik 250 Persen

Berdasarkan catatan IPW, sebanyak 352 anggota Polri dijatuhi sanksi pemecatan selama 2021. Jumlah itu melonjak dibanding 2020. Pada 2020, sebanyak 129 polisi dipecat.

"Dalam kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit, banyak anggota Polri dipecat atau terkena pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Catatan Indonesia Police Watch (IPW), dalam kepemimpinan satu tahun Kapolri Jenderal Listyo Sigit setelah dilantik 27 Januari 2021, setidaknya ada 352 anggota Polri dipecat, berasal dari 19 polda. Pada 2020, anggota Polri yang dipecat berjumlah 129 orang, sehingga pada 2021 sanksi tegas ini mengakibatkan kenaikan 250 persen PTDH," papar Sugeng.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Kapolri Tegaskan Tak Antikritik, Masyarakat Bebas Mengkritik':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT