3 Jenazah Penjemput Ba'asyir Dimakamkan di Solo
Rabu, 14 Jun 2006 11:11 WIB
Solo - Jenazah tiga penjemput Abu Bakar Ba'asyir yang mengalami kecelakaan di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, Rabu (14/6/2006) pagi ini dibawa ke Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, Jawa Tengah, lewat darat dan akan langsung dimakamkan di Solo. Informasi tersebut didapatkan dari Humas Al-Mukmin Irsyad Fikri dan Pimpinan Laskar Hizbullah Solo, Yanni Rusmanto. Yanni mengatakan ketiga jenazah akan terlebih dulu dibawa singgah ke Al-Mukmin untuk dikafani dan disalatkan."Selanjutnya dua anggota Hizbullah yaitu Zarkasih dan Sriyono akan dibawa ke rumah duka lalu dimakamkan hari ini juga. Rumah keduanya di Kelurahan Semanggi, Solo. Sedangkan pemakaman jenasah Ustad Mujiono akan dilakukan oleh pihak Pesantren Ngruki," papar Yanni kepada detikcom.Hal serupa juga disampaikan oleh Irsyad. Menurutnya, ketiga jenazah dibawa ke Ngruki dengan perjalanan darat. "Hingga pukul 09.00 WIB tadi, kabar yang kami terima mengatakan bahwa ambulans yang membawa ketiga jenazah telah sampai di Cirebon," ujar Irsyad.Seperti diberitakan sebelumnya, mobil yang ditumpangi Mujiono, Zarkasih dan Sriyono mengalami kecelakaan lalu lintas di Sukamandi, Subang, Rabu dinihari. Ketiganya meninggal seketika dan lima penumpang lainnya luka-luka.Mereka termasuk dalam rombongan yang berangkat dari Solo Selasa sore kemarin dengan tujuan menjemput Abu Bakar Ba'asyir yang hari ini dibebaskan dari penjara di LP Cipinang.Sosok HumorisBagi sejumlah wartawan di Solo, sosok Mujiono atau yang akrab disapa Ustda Jion, bukankah sosok yang asing. Lelaki 37 tahun asal Lampung yang sehari-harinya bekerja sebagai staf bagian keuangan di Al-Mukmin ini dikenal sebagai sosok yang gampang akrab, energik dan humoris.Dia hampir selalu tampil di setiap acara Pesantren Ngruki. Dia juga selalu menyertai di setiap ada aksi-aksi yang melibatkan santri dari pesantrennya. Tidak jarang, lelaki murah senyum ini tiba-tiba mendekati wartawan yang sedang melakukakn peliputan dengan humor-humornya yang khas.Sebelum bertugas di bagian keuangan, Mujiono pernah mengajar bidang studi Matematika untuk MTs dan Aliyah di pesantrennya. Hingga wafat, Mujiono meninggalkan satu istri dan lima anaknya yang selama ini tinggal bersamanya di perumahan karyawan Al-Mukmin di dalam kompleks pesantren.Selain Mujiono, Zarkasih juga cukup dikenal wartawan. Lelaki 37 tahun yang telah dikaruniai enam orang anak dari satu istri itu, juga selalu bertugas di bagian keamanan jika ada aksi-aksi umat Islam di Solo. Senyum dari lelaki berkumis ini senantiasa merebak setiap bertemu wartawan di lokasi aksi.Demikian pula dengan Sriyono. Dia juga aktif di pengamanan aksi ataupun acara kelaskaran di Solo. Sriyono meninggalkan satu orang istri dan dua anak dalam 30 tahun.
(nrl/)











































