ADVERTISEMENT

Pembangun Tanggul yang Tutup Akses SDN di Tangsel Disetop Sementara

Khairul Ma'arif - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 19:15 WIB
Akses masuk ke SDN Pamulang Timur 1 Tangsel ditutup oleh ahli waris dan pemilik tanah atas nama Satiri. Akses ditutup dengan cara dibangunnya tanggul semen. (Khairul Maarif/detikcom)
Akses masuk ke SDN Pamulang Timur 1 Tangsel ditutup oleh ahli waris dan pemilik tanah atas nama Satiri. Akses ditutup dengan cara dibangunnya tanggul semen. (Khairul Maarif/detikcom)
Tangerang Selatan -

Pihak ahli waris menghentikan sementara pembangunan tanggul yang menutup akses SDN 01 Pamulang Timur. Ahli waris dipanggil oleh Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel).

"Diberhentikan sementara, menunggu kami dipanggil dari pihak pemerintah," ujar jubir ahli waris Sarpani saat dihubungi, Jumat (1/7/2022).

Sarpani menjelaskan tenggat yang diberikannya adalah satu minggu agar pihaknya dapat sesegera mungkin melanjutkan pembangunan. Ia mengaku sebelumnya meminta waktu, namun tidak dapat disanggupi.

Diberhentikannya pembangunan tanggul ini setelah dilakukan mediasi dengan pihak Satpol PP Tangerang Selatan. Menurut Sarpani ini sebagai wujud menghargai terhadap petugas yang sudah berkenan hadir untuk berkomunikasi.

"Alhamdulillah mudah-mudahan kita nanti dalam tempo yang sangat dekat satu minggu tadi saya minta dua hari katanya tidak bisa. Satu minggu insyaallah kita ada musyawarah, kita dipanggil. Saya bicara kepada Pak Muksin sebagai kasi di Satpol PP Tangsel," tambahnya.

Namun ia tetap mengingatkan, apabila musyawarah dengan pihak terkait tidak dapat direalisasi, pihaknya akan melakukan tindakan lebih lanjut. Sarpani akan membuat plang bertuliskan bahwa tanah tersebut dijual.

"Apabila tidak terlaksana yang dijanjikan oleh kami, kami tutup dan kami jual kepada siapa pun yang mau beli," tuturnya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel Muksin mengaku sedang ada proses pengerjaan fondasi yang menutupi akses ke sekolah. Lalu pihaknya mengadakan mediasi sehingga pengerjaan fondasi tersebut dihentikan untuk sementara.

"Beliau juga meminta agar pemda melakukan pengukuran ulang lahan sekolah karena, menurutnya, sekolah banyak menggunakan lahan milik orang tuanya. Lebih lanjut akan kami laporkan ke pimpinan langkah lebih lanjut dari permasalahan ini," ungkapnya.

Lihat juga video 'Tanggul Sungai Sat di Pati Jebol, Ladang-Puluhan Rumah Rusak':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT