ADVERTISEMENT

Kontroversi Lili Pintauli yang Diisukan Mundur dari KPK

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 11:34 WIB
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar saat menerima rombongan finalis Puteri Indonesia di gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/5/2022).
Foto: Wakil Ketua KPK Lili Pintauli (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar diisukan mengundurkan diri dari jabatannya. Lili diketahui kerap diterpa kontroversi.

Isu pengunduran diri Lili bergulir meski Ketua KPK Firli Bahuri dan Anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho mengaku belum tahu. Isu tersebut mencuat menjelang sidang etik dugaan penerimaan fasilitas nonton MotoGP Mandalika.

KPK buka suara soal isu pengunduran Lili Pintauli Siregar dari posisi Wakil Ketua KPK. Hingga saat ini, Lili disebut belum memberikan konfirmasi terkait isu pengunduran diri tersebut.

"Informasi yang kami peroleh sampai dengan saat ini, Pimpinan KPK Ibu Lili Pintauli Siregar belum mengonfirmasi perihal tersebut dan masih berkonsentrasi menjalankan tugasnya serta agenda-agenda penugasan lainnya untuk beberapa waktu ke depan," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri kepada wartawan, Jumat (1/7/2022).

Lili juga bukan kali ini saja diterpa kontroversi. Dirangkum detikcom, Jumat (1/7/2022), berikut ini deretan kontroversi Lili Pintauli.

1. Langgar Etik dalam Kasus Tanjungbalai

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan hingga mantan Direktur PJKAKI KPK Sujanarko pernah melaporkan Lili Pintauli Siregar ke Dewas KPK. Lili dilaporkan karena diduga melakukan pelanggaran etik dalam kasus eks Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

"Kejadian seperti ini membuat KPK sangat terpuruk dan sangat tidak lagi dipercayai publik," ujar Sujanarko melalui keterangan tertulis, Rabu (9/6/2021).

Laporan tersebut dilayangkan pada Selasa (8/6/2021) ke Dewas. Ada dua dugaan pelanggaran etik yang dilaporkan mereka.

Dewas KPK kemudian menyatakan Lili Pantauli Siregar melanggar kode etik dalam kasus Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial. Dewas menilai Lili melakukan kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak beperkara.

"Mengadili satu menyatakan terperiksa Lili Pintauli Siregar bersalah melakukan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku berupa menyalahgunakan pengaruh selaku pimpinan KPK untuk kepentingan pribadi dan berhubungan langsung dengan pihak yang perkaranya sedang ditangani KPK yang diatur dalam Pasal 4 ayat 2 huruf b dan a, Petaturan Dewan Pengawas Nomor 2 tahun 2020 tentang penegakan kode etik dan pedoman perilaku KPK," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean saat konferensi pers, Senin (30/8/2021).

Tumpak menerangkan Lili juga disanksi berat berupa pemotongan gaji pokok 40 persen selama 12 bulan. "Menghukum terperiksa dengan sanksi berat berupa pemotongan gaji pokok sebesar 40 persen selama 12 bulan," ungkapnya.

2. Lili Pintauli Kembali Dilaporkan

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan dan Rizka Anungnata melaporkan Lili Pintauli ke Dewas KPK. Lili dilaporkan karena diduga melakukan pelanggaran etik berkomunikasi dan bekerja sama dengan salah satu kontestan pilkada serentak Labuhanbatu Utara (Labura) bernama Darno.

"Bahwa Saudari LPS sebagai terlapor selain terlibat dalam pengurusan perkara Tanjungbalai, juga terlibat dalam beberapa perkara lainnya, yaitu terkait dengan perkara Labuhanbatu Utara yang saat itu juga kami tangani selaku penyidiknya. Kemudian fakta ini juga kami sampaikan dalam persidangan etik dengan terlapor LPS di mana dugaan perbuatan Saudari LPS saat itu adalah berkomunikasi dengan salah satu kontestan pilkada serentak Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura)," kata Rizka kepada wartawan, (21/10/2021).

Rizka menduga Lili bekerja sama dengan Darno untuk mempercepat penahanan tersangka Bupati Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah. Rizka mengatakan Kharuddin pernah bercerita apa yang dilakukan Darno itu untuk menjatuhkan suara anaknya yang juga ikut dalam kontestasi pilkada serentak.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Saksikan juga 'Mahfud Md Minta Dewas KPK Tegas Lili Pintauli Langgar Etik atau Tidak':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT