ADVERTISEMENT

Ada Warga Tolak Nama Jalan Baru, Legislator Minta DKI Sosialisasi Lagi

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 05:33 WIB
Jalan Tanah Tinggi di Jakpus yang berganti nama menjadi Jalan A. Hamid Arief (Anggi/detikcom)
Foto: Jalan Tanah Tinggi di Jakpus yang berganti nama menjadi Jalan A. Hamid Arief (Anggi/detikcom)
Jakarta -

Ketua Komisi A DPRD DKI Mujiyono mengomentari soal ada warga Tanah Tinggi, Jakarta Pusat yang menolak perubahan nama jalan. Menurutnya, hal terpenting adalah Pemerintah Provinsi menjamin kemudahan mengurus dokumen kependudukan dan lainnya.

"Ini kan sosialisasi sudah lama, dan perlahan, masyarakat rata-rata menyepakati. Harusnya, kalau ada penolakan, yang lain juga harusnya menolak. Kalau protes, pasti 22 jalan yang lain sama protes," kata Mujiyono, saat dihubungi, Kamis (22/6/2022).

"Coba dikasih tahu. Sosialisasi lagi," katanya.

Mujiyono (Foto: Istimiewa)Mujiyono (Foto: Istimiewa) Foto: Mujiyono (Foto: Istimiewa)

Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta tersebut mengaku telah menghubungi Dinas Catatan Sipil DKI Jakarta. Dia meminta agar Dinas Catatan Sipil menjamin kemudahan perubahan dokumen.

"Artinya, kalau udah jadi kebijakan, suporting dari Pemprov soal efek perubahan harus maksimal," kata Mujiyono.

"Pemerintah harus jamin, aparat tidak boleh menyulitkan," ujarnya.

Menurut Mujiyono, Dinas Dukcapil akan bergerak cepat menjemput bola. Sehingga, dokumen kependudukan bisa diubah dengan cepat.

"Dokumen kependudukan tidak masalah, Dukcapil akan ubah secara cepat," ucapya.

Kemudian, menurut Mujiyono, Pemprov pun telah berkomunikasi dengan pihak-pihak lain. Sehingga, memudahkan masyarakat untuk mengurus perubahan dokumen.

"Lalu, bagaimana dengan STNK, itu nggak perlu diubah buru-buru. Diubah saat perpanjangan, saat bayar pajak misal. Dokumen pertanahan, BPN juga persilahkan warga mengurus secara gratis. Kalau tidak diurus, tetap sah karena dasar Pergub pergantian nama tersebut. Misal ada perbedaan data, kemudian tinggal lampirkan pergub tersebut," katanya.

Ada Penolakan Pergantian Nama Jalan

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengganti 22 nama jalan dengan memakai nama-nama tokoh Betawi, salah satunya Jalan Tanah Tinggi yang diganti menjadi Jalan A Hamid Arief. Warga Jalan Tanah Tinggi pun menolak perubahan nama jalan tersebut.

Irzon, salah satu warga Jalan Tanah Tinggi, mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah dilibatkan dalam perubahan nama jalan. Selain itu, nama Hamid Arief yang diabadikan menjadi nama jalan di wilayahnya disebutnya bukan warga Jalan Tanah Tinggi.

"Saya mewakili warga menolak pergantian nama ini dengan keras tanpa alasan apapun, dan setahu kami kenapa harus jalan kami yang dipilih, sedangkan nama Hamid Arief bukan warga kami dan tidak pernah berdomisili di daerah kami," kata Irzon di Jalan Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, Kamis (30/6/2022).

Menurut Irzon, perubahan nama itu juga menimbulkan masalah baru bagi warga, yaitu persoalan administrasi. Dia pun menekankan bahwa perubahan nama itu tidak melibatkan warga.

"Yang kita alami masalah administrasi. Masalah perubahan jalan kita warga satu orang pun tidak pernah dilibatkan, jangankan warga, RT setempat pun tidak diberi tahu dan masang plang jalan itu diam-diam dan tengah malam," katanya.

"Masalah administrasi KTP dan KK, Sudin Dukcapil bisa jamin kita, biaya gratis, jemput bola. Namun bagaimana surat-surat kami yang lain, BPKB, sertifikat rumah, apakah semuanya gratis dan dijamin sama pemerintah," sambung Irzon.

Simak Video 'Anies soal Perubahan Nama Jalan: Insya Allah Tak Membebani':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT