ADVERTISEMENT

HNW Dukung Perubahan Nama Jalan di Jakarta Pakai Tokoh Betawi

Ahlu Dzikri - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 20:48 WIB
Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW)
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid (HNW) mendukung Pemprov DKI Jakarta merubah nama sejumlah jalan dengan nama tokoh-tokoh Betawi. Perubahan nama ini dilakukan melalui Keputusan Gubernur Nomor 565 Tahun 2022.

Menurutnya, praktik perubahan nama jalan dengan nama tokoh-tokoh Betawi diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Jakarta tentang peran mereka dalam meraih kemerdekaan dan membawa kemajuan bagi Jakarta.

"Tokoh-tokoh Betawi merupakan bagian dari perjalanan sejarah kota Jakarta, dalam kerangka Indonesia. Sehingga perubahan nama sebagian jalan di Jakarta dengan nama tokoh-tokoh Betawi adalah upaya yang positif untuk kembali menguatkan memori masyarakat Jakarta tentang tokoh-tokoh tersebut. Termasuk peran serta ketokohan mereka dalam memajukan Jakarta, Ibukota Indonesia," ujar HNW dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022).

Hidayat mencontohkan Wali Kota Semarang juga baru saja meresmikan perubahan salah satu nama jalan di Semarang (29/6). Sebelumnya, perubahan nama sejumlah jalan juga terjadi di Surabaya pada tahun 2017, di Makassar tahun 2017, hingga Medan pada tahun 2013. Semua perubahan tersebut mengangkat nama tokoh yang dianggap berjasa bagi kota tersebut. Misalnya, di Semarang dipakai nama jalan Ki Nartosabdo, dan di Medan Jalan Tjong Yong Hian.

"Artinya ini bukan khas Jakarta di era Gubernur Anies Baswedan saja. Karenanya sangat tidak masuk akal kalau dituduh bahwa upaya ini merupakan bentuk Politik Identitas. Terbukti perubahan nama jalan merupakan praktik yang lumrah. Apalagi, di Jakarta banyak tokoh Betawi yang berjasa dalam pembangunan," jelasnya.

"Kalaupun banyak di antara nama-nama baru, tersebut berasal dari tokoh agama, seperti Kyai, Haji, Hajah, dan Mualim, itu justru menjadi peningkatan nilai-nilai keagamaan yang menguatkan kebangsaan. Sebagaimana amanat Pancasila," sambungnya.

Wakil Ketua Majelis Syura PKS ini meminta kepada jajaran Pemprov DKI agar perubahan nama jalan, tersebut benar-benar tidak membebani warga Jakarta secara administratif maupun materiil. Oleh karena itu HNW mengapresiasi strategi jemput bola dan pelibatan institusi penerbit dokumen seperti Dukcapil, Polri, BPJS, hingga BPN, untuk menyiapkan beragam antisipasi bagi warga yang terdampak perubahan nama tersebut.

"Ini contoh pembuatan kebijakan yang baik di mana sebuah kebijakan telah dirapatkan dan dikoordinasikan terlebih dahulu dengan para pihak terkait sebelum disosialisasikan kepada masyarakat. Namun tentu jika ke depan tetap ditemukan masalah maka jajaran Pemprov DKI harus bisa bergerak cepat menyelesaikannya," lanjutnya.

Sebelumnya, HNW mengapresiasi Pemprov DKI karena mendengarkan penolakan masyarakat atas rencana pemberian nama jalan Kemal Pasha Ataturk. Penolakan nama Kemal Pasha Ataturk terjadi karena tokoh tersebut spiritnya tak sesuai dengan semangat Kota dan sejarah Jakarta. Selanjutnya, HNW berharap dukungan terhadap unsur Betawi tidak hanya berhenti pada pemberian nama jalan, melainkan harus terus dilanjutkan hingga pengembangan kebudayaan betawi.

Selain itu, HNW bersama Fraksi PKS di DKI Jakarta juga telah berulang kali menyelenggarakan kegiatan pelestarian budaya betawi. Seperti lomba pantun betawi, hadroh dan qasidah. Juga lomba baca rawi dan kitab kuning, hingga pengembangan pencak silat melalui bantuan legalitas sanggar.

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT