ADVERTISEMENT

Ma'ruf Amin soal Beda Tanggal Idul Adha: Masyarakat Sudah Dewasa

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 16:46 WIB
Wapres Maruf Amin
Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha 1443 jatuh pada 10 Juli 2022, berbeda dengan Muhammadiyah, yaitu tanggal 9 Juli. Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyebut umat Islam Indonesia sudah terbiasa dengan perbedaan itu.

"Ah perbedaan itu kita sudah biasa, dalam waktu-waktu tertentu memang sudah... dulu itu ketika terjadi perbedaan terjadilah keributan di masyarakat. Tapi sekarang masyarakat sudah dewasa, sudah legowo," kata Ma'ruf Amin kepada wartawan di Lombok Barat seperti dalam rekaman video dari Sekretariat Wakil Presiden, Kamis (30/6/2022).

"Jadi kalau ada yang tidak sama, mereka sudah... toleransinya sudah tinggi. Jadi nggak ada masalah," imbuhnya.

Ma'ruf Amin kemudian mengajak umat Islam saling pengertian terhadap perbedaan Idul Adha itu. Dia yakin perbedaan hari raya kurban itu tidak menimbulkan masalah.

"Dan semua sudah pada tahu, yang ikut Muhammadiyah ya ikut Muhammadiyah, yang ikut pemerintah ya ikut pemerintah. Jadi nggak ada masalah, itu sudah kita bangun lama sekali supaya ada saling pengertian di antara semua pihak," jelasnya.

Pemerintah telah menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Zulhijah 1443 H pada Rabu (29/6) kemarin. Pemerintah menetapkan 1 Zulhijah 1443 H ditetapkan jatuh pada 1 Juli 2022.

Keputusan itu disampaikan Wamenag Zainut Tauhid di kantor Kementerian Agama RI, Rabu (29/6/2022).

"Dari 86 titik, tidak ada satu yang melaporkan melihat hilal sebagaimana yang dilaporkan oleh karenanya berdasarkan hisab posisi hilal seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk. Akan tetapi belum memenuhi MABIMS serta laporan hilal juga tidak terlihat. Secara mufakat 1 Zulhijah jatuh pada hari Jumat tanggal 1 Juli 2022," ucap Wamenag Zainut Tauhid.

(lir/knv)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT