ADVERTISEMENT

Waket MPR Sebut Inovasi Anak Bangsa Harus Dilandasi Nilai Kebangsaan

Rhazes Putra - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 16:18 WIB
Lestari Moerdijat
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai upaya membangun kemampuan inovasi anak bangsa harus dibarengi penanaman nilai-nilai kebangsaan. Nilai-nilai yang bersumber dari empat konsensus kebangsaan, agar generasi penerus mampu menjawab berbagai tantangan di masa datang.

"Dalam menghadapi berbagai perubahan yang terjadi saat ini, setiap anak bangsa harus memiliki kemampuan inovasi dan karakter yang kuat dilandasi nilai-nilai kebangsaan yang bersumber dari empat konsensus kebangsaan," kata Lestari dalam keterangannya, Kamis (30/6/22).

Hal tersebut ia katakan saat memberikan Kuliah Umum dan Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Aula Nuku, Universitas Khairun, Ternate, Maluku Utara, Rabu (29/6).

Menurut Rerie sapaan akrab Lestari, agar anak bangsa memiliki kemampuan inovasi yang baik sejak dini harus dibangun kemampuan belajar dan menganalisa yang baik dalam setiap menghadapi persoalan.

Lestari mengatakan kondisi global yang penuh dengan ketidakpastian harus diimbangi dengan kemampuan analisa yang baik, sehingga setiap anak bangsa mampu beradaptasi dalam menghadapi berbagai perubahan. Namun, kemampuan inovasi saja tidak cukup. Sehingga setiap anak bangsa harus memiliki karakter yang kuat lewat pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mengakui nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki dan bersumber pada empat konsensus kebangsaan, seperti Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal ika, lahir dari kearifan lokal yang dimiliki bangsa Indonesia sejak dulu.

Ia menyebut salah satu buktinya adalah lambang Kesultanan Ternate, berupa burung Goheba berkepala dua dengan kedua sayap yang turun. Dua kepala burung Goheba itu bermakna keseimbangan antara dunia dan akhirat. Selain itu sayap yang turun melambangkan sikap hidup yang harus merangkul semua manusia yang berlainan ras, suku, agama dan golongan.

"Jadi jauh sebelum terbentuknya Indonesia dengan Pancasila-nya, di jaman kerajaan-kerajaan Nusantara, sudah memiliki nilai-nilai yang terkandung dalam dasar negara kita sekarang," ujar Rerie.

Selain itu, pada kesempatan tersebut Rerie juga mengajak para mahasiswa membaca pembukaan UUD 1945 secara bersamaan dan menyanyikan lagu Bendera dari Band Cokelat yang membakar semangat peserta kuliah umum.

(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT